0
Thursday 12 March 2026 - 17:10
Iran & Lebanon vs AS & Zionis Israel:

IRGC Luncurkan Gelombang ke-40 Operasi True Promise 4 dalam Koordinasi dengan Hizbullah

Story Code : 1268828
IRGC Launches 40th Wave of Operation True Promise 4 in Coordination with Hezbollah
IRGC Launches 40th Wave of Operation True Promise 4 in Coordination with Hezbollah
Menurut Korps, fase terbaru operasi tersebut melibatkan penembakan rudal Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Fattah terhadap target di wilayah pendudukan.
 
‘5 jam pembalasan berkelanjutan’
“Operasi ini dirancang untuk mempertahankan tembakan terus-menerus dan berkelanjutan selama periode lima jam,” katanya.
 
Serangan tersebut dilakukan bersama dengan para pejuang gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, catat Korps.
 
Gerakan tersebut bekerja sama dengan menembakkan “sejumlah besar drone serang dan rudal,” kata IRGC, menambahkan bahwa serangan gabungan tersebut menargetkan “lebih dari 50 sasaran di seluruh wilayah pendudukan.”
 
“Front yang kuat dan bersatu ini memberikan pukulan telak pada pangkalan militer rezim pembunuh anak-anak, dari [pelabuhan pendudukan] Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Be’er Sheva di selatan wilayah pendudukan.”
 
Musuh dihadapkan pada ‘realitas baru di lapangan’
“Seperti yang telah diakui dan dikonfirmasi oleh sumber media rezim Zionis sendiri, peluncuran rudal dari Iran ke arah Israel telah meningkat secara signifikan selama 24 jam terakhir, dan korban jiwa Zionis telah meningkat secara eksponensial,” kata IRGC.
 
Serangan mematikan terus berlanjut, membuat kehidupan para pemukim ilegal rezim Israel menjadi “kehidupan dari sirene ke sirene” dan kurungan berkepanjangan di tempat perlindungan, kata Korps.
 
Serangan tersebut membuat musuh dihadapkan pada realitas baru di lapangan.”
 
Gelombang ke-40 serangan balasan Korps juga menghantam pangkalan AS di wilayah tersebut seperti al-Azraq di Yordania dan al-Kharj di Arab Saudi.
 
Secara keseluruhan, tambah IRGC, situasi tersebut adalah “hasil paling signifikan dari perang yang disebabkan oleh [Presiden AS Donald] Trump yang berbohong dan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu yang jahat.”
 
’Gelombang ke-39 dilakukan untuk mengenang para martir’
Sebelumnya, IRGC juga mengumumkan pelaksanaan fase ke-39 pembalasan, yang menurut mereka dilakukan untuk mengenang para martir yang telah mengorbankan nyawa mereka demi menjaga kekuatan negara.
 
Fase terakhir ini menargetkan “tentara AS yang kriminal dan teroris di wilayah Teluk Persia dengan rudal Qadr dan Khorramshahr multi-hulu ledak serta rudal Emad,” demikian pernyataan mereka.
 
Korps tersebut menyampaikan apresiasi atas “serangan yang efektif, heroik, dan berani oleh pasukan Perlawanan.” “Serangan-serangan ini telah menciptakan teror di wilayah pendudukan dan memaksa Zionis kriminal untuk hidup dalam suasana sirene yang konstan dan 11 hari kurungan.”
 
Serangan sebelumnya terhadap fasilitas militer AS
Pernyataan sebelumnya telah merinci fase ke-38 pembalasan yang dilakukan oleh Angkatan Laut IRGC.
 
“Operasi yang gemilang dan dahsyat ini menyapu bersih sisa kehadiran militer Amerika di wilayah tersebut,” demikian bunyi pernyataan itu.
 
Menurut pernyataan tersebut, dua serangan rudal berat secara simultan menargetkan pangkalan helikopter al-Adiri, menyebabkan banyak pasukan Amerika terpencar dan mengirim lebih dari 100 orang terluka ke rumah sakit al-Jaber dan al-Mubarak di Kuwait.
 
IRGC mengatakan rudal dan drone Iran juga menyerang infrastruktur penting di pangkalan AS di pelabuhan Mina Salman, yang digambarkan sebagai pusat Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
 
Serangan tambahan menghantam Camp Patriot, hanggar peralatan, dan fasilitas akomodasi dan perakitan pasukan di pangkalan angkatan laut Mohammad al-Ahmad dan Ali al-Salem di Kuwait.
 
Korps tersebut menyimpulkan pernyataan itu dengan menekankan bahwa konfrontasi dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel akan berlanjut, menegaskan, “Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh, dan kami akan mengakhiri perang hanya ketika bayang-bayang perang terangkat dari negara ini.” Operasi Janji Sejati 4 dimulai sesaat setelah Washington dan Tel Aviv memulai babak terbaru agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam pada akhir bulan lalu.[IT/r]
 
Comment