0
Sunday 15 March 2026 - 17:41
Iran vs AS & Zionis Israel:

Pejabat Senior Iran: Tidak Akan Ada Perdamaian sampai AS Menarik Diri dari Teluk Persia

Story Code : 1269374
Mohsen Rezaee
Mohsen Rezaee
Agar konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS berakhir, AS harus menarik pasukan militernya dari Teluk Persia, menurut seorang anggota dewan penasihat pemimpin tertinggi Iran. 
 
Mohsen Rezai, seorang pensiunan mayor jenderal dan mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menambahkan bahwa Tehran juga akan meminta ganti rugi penuh atas kerusakan yang terjadi dan jaminan keamanan yang kuat dari Washington. 
 
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi SNN Iran yang diterbitkan pada hari Sabtu (14/3), anggota Dewan Penentu Kebijakan tersebut mengatakan bahwa “kehadiran AS di Teluk Persia telah menjadi penyebab utama ketidakamanan selama 50 tahun terakhir.” 
 
“Akhir perang juga ada di tangan kita,” klaim Rezai, menyebut “penarikan AS dari Teluk Persia” sebagai salah satu prasyarat utama. Selain itu, Iran berharap menerima ganti rugi dari AS, tambahnya.

Menurut Rezai, Republik Islam telah berhasil “menghancurkan prestise Amerika,” dan pada akhirnya akan muncul dari konflik yang sedang berlangsung sebagai kekuatan dengan “kedudukan yang lebih besar di kawasan ini.” 
 
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menulis bahwa “satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini… adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan [internasional] yang tegas terhadap agresi di masa depan.” 
 
Keesokan harinya, media Iran merilis pidato publik pertama dari pemimpin tertinggi yang baru diangkat, Mojtaba Khamenei, di mana ia juga bersumpah untuk “mendapatkan ganti rugi dari musuh.”
Sementara itu, dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT.” 
 
Militer AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa komandan senior.

Pada hari-hari pertama kampanye militer, sebuah rudal jelajah Tomahawk AS yang diduga menghantam sekolah putri Shajarah Tayyebeh, menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak.
 
Menurut otoritas Iran, lebih dari 1.300 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan AS-Zionis Israel.[IT/r]
 
Comment