Serangan Iran Paksa 1.500 Pelaut AS Tinggalkan Bahrain
Story Code : 1272774
Bahrain menjadi tuan rumah Armada Kelima Angkatan Laut AS di pangkalan Naval Support Activity (NSA) Bahrain di ibu kota Manama. Saat konflik dimulai pada 28 Februari, sekitar 8.000 personel militer AS ditempatkan di pangkalan tersebut.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan serangan rudal dan drone Iran menghantam pangkalan tersebut beberapa kali pada hari pertama konflik.
Serangan balasan itu memaksa militer AS mengevakuasi sekitar 1.500 pelaut beserta keluarga mereka kembali ke Amerika Serikat, menurut laporan National Public Radio (NPR).
Selain di Bahrain, evakuasi juga dilaporkan terjadi di sejumlah pangkalan militer AS lainnya di kawasan.
Para pelaut disebut tiba di pangkalan Angkatan Laut AS di Norfolk, Virginia, hanya membawa barang seadanya. Mereka meninggalkan kendaraan dan perabot rumah tangga saat evakuasi darurat berlangsung di tengah serangan udara Iran.
Menghadapi kesulitan melindungi pasukannya dari serangan Iran, Pentagon dilaporkan mengeluarkan kontrak baru untuk mencari kontraktor swasta yang dapat menyediakan sistem perlindungan portabel yang tahan terhadap ledakan dan serpihan.
Pentagon menyebut sedikitnya 13 personel militer AS tewas dan 365 lainnya terluka hingga Jumat.
Sementara itu, laporan dari media investigasi AS menuduh Komando Pusat AS (CENTCOM) menutupi jumlah korban sebenarnya dengan memberikan angka yang lebih rendah dan tidak memperbarui data secara transparan.
Dalam lima minggu terakhir, pangkalan militer AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, dan Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran.
Iran juga menyerukan negara-negara kawasan untuk mengungkap lokasi pasukan AS serta menuntut penarikan pasukan Amerika dari kawasan demi keamanan mereka sendiri. [IT/G]