0
Monday 6 April 2026 - 12:29
Kuwait - Iran:

France 24: AS Menggunakan Kuwait untuk Melancarkan Serangan ke Iran

Story Code : 1272988
U.S. Army High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) similar to the one used to launch attacks on Iran from Kuwait
U.S. Army High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) similar to the one used to launch attacks on Iran from Kuwait
Sebuah laporan oleh France 24 yang diterbitkan pada hari Sabtu (4/4) mengungkapkan bahwa negara-negara Arab telah digunakan sebagai lokasi peluncuran untuk serangan AS terhadap Iran.
 
Terlepas dari bantahan dari negara-negara Arab di Teluk, investigasi media berita Prancis tersebut menemukan rekaman video yang terdokumentasi yang menunjukkan rudal AS diluncurkan dari wilayah Kuwait ke arah Iran setidaknya pada dua kesempatan selama bulan Maret.
 
Tim verifikasi digital France 24 mengautentikasi beberapa video dan melakukan geolokasi, yang menunjukkan peluncuran rudal dari platform HIMARS di Kuwait pada tanggal 24 dan 31 Maret.
 
Insiden pertama menunjukkan peluncuran setidaknya 13 rudal dari lokasi di Kuwait. Sebagian besar video difilmkan dari Umm Qasr, sebuah kota Irak dekat perbatasan, di mana rudal tampaknya berasal dari sisi Kuwait.
 
🇺🇸🇰🇼🇮🇷 Rekaman yang dilaporkan diambil di Kuwait tampaknya menunjukkan sebuah M142 HIMARS Angkatan Darat AS menembakkan sekitar selusin rudal ke arah Iran. https://t.co/ArWSD3rKEG pic.twitter.com/oWNVwvznuQ
— Pengamat Intelijen Mesir (@EGYOSINT) 24 Maret 2024
 
Investigasi France 24 menyatakan bahwa satu klip mendokumentasikan rangkaian 13 peluncuran rudal secara terus menerus. Tim verifikasi digital menyinkronkannya dengan rekaman lain yang menangkap momen yang sama dari sudut lain, dengan suara peluncuran terdengar sekitar 15 detik setelah rudal muncul.
 
Dengan menganalisis sudut dan posisi kamera dalam kaitannya dengan infrastruktur minyak Kuwait, France 24 menemukan area yang digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran di gurun Kuwait, sebelah timur kota Abdali, dekat lokasi pengeboran minyak.
 
Media Prancis, mengutip Frederik Coghe, seorang ahli sistem senjata dan balistik di Akademi Militer Kerajaan di Brussels, menyatakan bahwa rudal yang terlihat dalam gambar 24 Maret konsisten dengan sistem HIMARS.
 
France 24 juga menunjuk pada serangkaian peluncuran kedua yang terekam di lokasi tersebut antara malam 31 Maret dan 1 April, dengan rekaman tambahan yang didokumentasikan dari pihak Irak.
 
🚨عاجـــــــــــــــل
 
Pengoperasian Perangkat Keras yang Dapat Diperbaiki pic.twitter.com/qY6T7OJy68
— AHMAD SLMAN (@ahmadslmanx) 31 Maret 2026

Negara-negara Teluk terus mendorong perang Iran
Sebuah laporan oleh Associated Press pada akhir Maret menyatakan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab secara pribadi mendesak Presiden AS Donald Trump untuk terus membom Iran, dengan mengklaim bahwa Tehran belum "cukup dilemahkan" meskipun kampanye pemboman selama sebulan oleh AS dan "Zionis Israel".
 
Hal ini terjadi meskipun sebelumnya ada kekesalan di Teluk atas keputusan AS untuk memulai perang tanpa memberi tahu mereka.
 
Para penguasa Teluk berupaya mendorong Trump untuk memberikan "kekalahan strategis yang menentukan" pada pemerintah Iran dan membentuk kembali keseimbangan regional demi keuntungan mereka karena posisi AS di Teluk menjadi sasaran.
 
Awal bulan ini, New York Times juga melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendesak Trump untuk meningkatkan serangan terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa agresi AS-Zionis Israel yang sedang berlangsung adalah "kesempatan bersejarah" untuk membentuk kembali Asia Barat.
 
Meskipun mengklaim tidak bersalah, negara-negara Teluk telah secara publik dan pribadi menunjukkan dukungan terhadap upaya perang melawan Iran, bahkan sampai membela situs-situs AS dan Zionis Israel dari proyektil balasan Iran.[IT/r]
 
Comment