0
Monday 13 April 2026 - 12:11
Perang Iran

Vance Dinilai Gagal Menyelamatkan Amerika

Story Code : 1274347
Vance Dinilai Gagal Menyelamatkan Amerika
Ketika laporan awal menyebutkan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat, J. D. Vance, akan memimpin negosiasi dengan Iran—negara yang tengah berkonflik dengan AS dan Israel—muncul harapan bahwa sosok muda tersebut mungkin menyadari dampak kebijakan yang ditinggalkan oleh Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, mantan negosiator utama seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner dinilai gagal dan lebih mementingkan kepentingan pribadi. Harapannya, figur baru dengan pemahaman yang lebih baik dapat menggantikan mereka dan membantu Amerika keluar dari krisis yang diciptakannya sendiri.

Namun, harapan tersebut tidak terwujud pada Vance.

Dalam perundingan dengan Iran, Vance dinilai tidak lebih dari sekadar mengikuti garis kebijakan Trump, dan gagal menunjukkan kepemimpinan untuk menghentikan perang yang disebut merugikan militer Amerika dan perekonomian global.

Sejarawan Eropa, Timothy Snyder, turut mengkritik keras jalannya perang tersebut. Ia menyatakan bahwa Trump telah membawa kekuatan militer terbesar di dunia ke dalam konflik yang justru berakhir dengan kegagalan dalam waktu singkat, serta menuduh adanya upaya menutupi fakta di media.

Analisis tersebut juga menyinggung isu sensitif yang beredar luas, termasuk dugaan tekanan terhadap Trump oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait informasi dari masa lalu yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Dalam situasi yang digambarkan sebagai penuh ketidakmampuan, kerugian besar, dan bahkan penghinaan nasional bagi Amerika, Vance dinilai memiliki kesempatan untuk mengubah arah kebijakan.

Namun, kesempatan itu disebut telah hilang.

Tulisan tersebut menyimpulkan bahwa individu yang bekerja di bawah Trump pada akhirnya ikut terdampak secara negatif, dan Vance hanya sempat dianggap sebagai pengecualian untuk waktu yang sangat singkat. [IT/G]
Comment