Ghalibaf: AS Harus Tentukan Apakah Bisa Raih Kepercayaan Iran
Story Code : 1274348
Dalam unggahannya di X pada Minggu, Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran menyebut bahwa pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan karena pihak AS tidak mampu meyakinkan negosiator Iran mengenai keandalannya.
“Rekan-rekan saya dalam delegasi Iran menawarkan inisiatif yang berorientasi ke depan, namun pihak lain tidak berhasil mendapatkan kepercayaan delegasi Iran dalam putaran ini,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat telah memahami logika dan prinsip Iran, dan kini saatnya menentukan apakah dapat meraih kepercayaan tersebut.
Ghalibaf menegaskan bahwa Iran memasuki perundingan dengan niat baik, namun tetap berhati-hati berdasarkan pengalaman masa lalu.
“Sebelum negosiasi, saya telah menekankan bahwa kami memiliki niat baik dan tekad, tetapi berdasarkan pengalaman dari dua perang sebelumnya, kami tidak mempercayai pihak lain,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Iran memandang “diplomasi kekuatan” sebagai jalur paralel dengan perlawanan militer untuk menjaga hak nasional, serta menegaskan bahwa upaya memperkuat capaian dari “40 hari pertahanan nasional” akan terus berlanjut.
Ghalibaf turut menyampaikan terima kasih kepada Pakistan atas fasilitasi perundingan serta apresiasi kepada masyarakat Iran atas dukungan publik. Ia menutup pernyataannya dengan memuji kerja keras tim negosiasi selama “21 jam pembicaraan intensif”.
Pejabat tinggi Iran dan Amerika Serikat tiba di Islamabad pada Sabtu untuk membahas pengakhiran permanen perang agresi AS-Israel terhadap Iran, beberapa hari setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan. [IT/G]