0
Thursday 16 April 2026 - 03:11
Lebanon vs Zionis Israel:

Gencatan Senjata Lebanon Diperkirakan Akan Diumumkan Malam Ini setelah Tekanan Iran

Story Code : 1274896
Smoke rises following an Israeli airstrike on the village of Qlaileh, as seen from the southern port city of Tyre, Lebanon.jpg
Smoke rises following an Israeli airstrike on the village of Qlaileh, as seen from the southern port city of Tyre, Lebanon.jpg
Gencatan senjata di Lebanon diperkirakan akan disetujui mulai malam ini, setelah tindak lanjut dan upaya tekanan dari Iran, kata seorang sumber senior politik-keamanan Iran kepada Al Mayadeen.
 
“Dengan banyak tindak lanjut dan tekanan dari Iran, gencatan senjata di Lebanon akan disetujui mulai malam ini,” kata sumber tersebut kepada Al Mayadeen, menambahkan bahwa “durasi gencatan senjata akan berlangsung selama satu minggu, hingga berakhirnya periode gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.”
 
Mengomentari kemungkinan tantangan terhadap kesepakatan tersebut, sumber tersebut mengatakan masih ada risiko gangguan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mereka menyatakan, “Ada kemungkinan Netanyahu, sebagai elemen yang mengganggu, akan mencoba untuk menyabotase kesepakatan ini.”
 
“Namun, kita berurusan dengan Washington sebagai sponsor dan mitra pendudukan dan pihak yang bertanggung jawab untuk menahannya,” tegas sumber senior tersebut.
 
Pejabat Lebanon Diberi Informasi tentang Upaya Gencatan Senjata
Ibrahim al-Moussawi, anggota blok Loyalitas kepada Perlawanan di parlemen Lebanon, mengatakan kepada Reuters bahwa upaya diplomatik oleh Iran dan negara-negara regional lainnya dapat menghasilkan gencatan senjata di Lebanon "segera", menambahkan bahwa Teheran telah menggunakan blokade Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar.
 
"Iran memberikan tekanan tinggi terhadap Amerika dan mereka telah menetapkan syarat bahwa Amerika harus memasukkan Lebanon dalam gencatan senjata. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan melanjutkan blokade Hormuz. Ini adalah kartu ekonomi," kata al-Moussawi.
 
"Iran telah membuka diri kepada beberapa pihak regional dan internasional untuk mencapai tujuan ini," katanya.
 
Selain itu, dua pejabat senior Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa Lebanon telah diberi pengarahan tentang upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon, dengan durasi gencatan senjata di Lebanon kemungkinan akan terkait dengan gencatan senjata AS-Iran.
 
Mengomentari perkembangan tersebut, direktur Biro Al Mayadeen di Beirut menyatakan, "Perlawanan, melalui pencapaiannya di lapangan, telah berhasil memaksakan unsur kekuatan dalam proses negosiasi."
 
Pertemuan kabinet Zionis Israel
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Kabinet Keamanan dan Politik entitas tersebut diperkirakan akan bertemu malam ini pukul 8 malam untuk membahas dan memberikan suara pada proposal gencatan senjata yang didukung AS untuk Lebanon.
 
Laporan tersebut menambahkan bahwa, jika proposal tersebut disetujui, gencatan senjata dapat berlaku paling cepat keesokan paginya.
 
Iran mengaitkan gencatan senjatanya dengan gencatan senjata di Lebanon
Iran telah mengaitkan gencatan senjatanya dengan AS dengan gencatan senjata di Lebanon sejak awal negosiasi di Islamabad pada 11 April.
 
Menurut laporan tersebut, Washington telah menyetujui prasyarat Iran yang mencakup pembentukan gencatan senjata nyata di seluruh Asia Barat, dengan Lebanon secara khusus disebut sebagai bagian dari gencatan senjata regional yang lebih luas yang sedang dibahas.
 
Teheran telah menekankan bahwa kesepakatan akhir apa pun harus memastikan gencatan senjata diberlakukan sepenuhnya di seluruh Lebanon, khususnya di selatan, di mana menurut mereka serangan Israel yang terus berlanjut terhadap infrastruktur sipil melanggar semangat negosiasi.
 
Trump mengubah posisi tentang gencatan senjata Lebanon setelah kontak telepon dengan Netanyahu
Namun, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengubah posisi Washington tentang apakah gencatan senjata yang diusulkan dengan Iran termasuk Lebanon setelah panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut sumber diplomatik kepada CBS News, yang menambah kebingungan yang semakin meningkat tentang cakupan perjanjian tersebut.
 
Secara detail, Amerika Serikat dan Iran awalnya menyetujui gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April setelah mediasi yang melibatkan pejabat Pakistan, dengan pemahaman awal, yang dikomunikasikan oleh mediator regional di Islamabad, menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut berlaku di seluruh wilayah, termasuk Lebanon.
 
Pada 8 April, Islamabad secara terbuka mengumumkan bahwa perjanjian gencatan senjata antara Washington dan Tehran akan berlaku "di mana-mana", termasuk Lebanon, dan mengundang delegasi AS dan Iran untuk negosiasi lebih lanjut yang dijadwalkan pada 10 April di Pakistan. Pakistan juga memperingatkan pada hari yang sama bahwa permusuhan yang berkelanjutan, termasuk serangan Israel terhadap Lebanon, berisiko merusak gencatan senjata dan proses perdamaian yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.
 
Sumber mengatakan bahwa sebelum panggilan telepon Trump–Netanyahu, para pejabat AS telah mengindikasikan penerimaan kerangka kerja yang lebih luas yang mencakup Lebanon, serta "Zionis Israel". Namun, setelah panggilan telepon tersebut, posisi Washington dilaporkan bergeser, dengan para pejabat AS menarik kembali interpretasi tersebut.
 
Perubahan ini telah menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat diplomatik mengenai konsistensi komitmen AS dalam negosiasi, karena upaya regional terus dilakukan untuk mengelola dampak dari ketegangan yang sedang berlangsung.[IT/r]
 
Comment