0
Saturday 18 April 2026 - 02:53
Eropa - Iran vs AS & Zionis Israel:

Reuters: Perang di Iran Kemungkinan Akan Menunda Pengiriman Senjata AS ke Eropa

Story Code : 1275249
German soldiers unloading a US made Patriot surface-to-air missile system
German soldiers unloading a US made Patriot surface-to-air missile system
Para pejabat AS telah memperingatkan rekan-rekan mereka di Eropa bahwa pasokan senjata Amerika yang telah dikontrak sebelumnya dapat tertunda karena menipisnya persediaan akibat perang di Iran, demikian laporan Reuters, mengutip sumber.
 
Ketegangan telah meningkat antara Washington dan sekutu NATO-nya sejak AS dan Zionis Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan Presiden Donald Trump menyebut orang Eropa sebagai "pengecut" karena keengganan mereka untuk bergabung dalam operasi militer. Trump juga telah memperingatkan kemungkinan penarikan Amerika dari blok tersebut.
 
Beberapa negara Eropa, termasuk negara-negara di Baltik dan Skandinavia, kini kemungkinan tidak akan menerima pengiriman senjata AS yang dijanjikan tepat waktu, demikian laporan Reuters pada hari Kamis (16/4).
 
Sumber-sumber tersebut menolak untuk menyebutkan negara-negara tersebut secara pasti karena beberapa di antaranya berbatasan dengan Rusia, sehingga berita tentang kemungkinan penundaan pengiriman tersebut merupakan "informasi pertahanan yang sensitif," kata Reuters.
 
Persenjataan yang tertunda tersebut mencakup berbagai amunisi yang dapat digunakan untuk tujuan ofensif dan defensif, menurut sumber-sumber badan tersebut.
 
Trump telah lama menekan anggota NATO Eropa untuk membeli lebih banyak senjata Amerika sehingga mereka dapat mengambil alih keamanan di benua itu, dan juga untuk memasok Ukraina selama konflik dengan Rusia.
 
Moskow telah menolak klaim bahwa mereka memiliki rencana agresif terhadap NATO sebagai "omong kosong", dengan mengatakan bahwa politisi Barat menggunakan Rusia untuk menakut-nakuti penduduk dan membenarkan peningkatan militerisasi. Menurut pejabat Rusia, negara itu hanya akan melawan blok tersebut jika diserang terlebih dahulu.
 
Pada hari Kamis, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoigu mengeluarkan peringatan kepada Finlandia dan negara-negara Baltik atas drone Ukraina yang mencapai Rusia melalui wilayah mereka.
Entah pertahanan udara Barat terbukti tidak efektif melawan UAV Kiev atau Finlandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia "dengan sengaja menyediakan wilayah udara mereka, sehingga menjadi kaki tangan terbuka dalam agresi terhadap Rusia," katanya.
 
Dalam kasus terakhir, Moskow memiliki hak untuk membela diri sebagai tanggapan terhadap "serangan bersenjata" berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, tegas Shoigu.[IT/r]
 
Comment