0
Sunday 19 April 2026 - 05:08
Iran vs Terorisme:

IRGC Menangkap 69 Agen Terkait AS dan 'Israel' di Mazandaran

Story Code : 1275462
Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)
Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengumumkan penangkapan 69 agen yang terkait dengan Amerika Serikat dan "Israel" di provinsi Mazandaran.
 
Menurut sebuah pernyataan, jaringan tersebut telah berupaya mengumpulkan dan mengirimkan informasi sensitif tentang situs-situs strategis sambil mempersiapkan tindakan sabotase di wilayah Iran. Pasukan keamanan dilaporkan bertindak setelah pemantauan intelijen dan operasi pengawasan yang tepat.
 
Pihak berwenang juga mengkonfirmasi penyitaan senjata api, senjata tajam, dan peralatan komunikasi canggih, termasuk perangkat penerima internet yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada dinas intelijen musuh.
 
Penindakan mata-mata nasional
Operasi ini merupakan bagian dari upaya nasional yang lebih luas untuk membongkar jaringan mata-mata dan sabotase yang didukung asing. Awal bulan ini, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 17 agen di provinsi Azerbaijan Barat dalam operasi terpisah, menuduh mereka bekerja sama dengan entitas yang terkait dengan AS dan Zionis Israel untuk merusak lingkungan keamanan negara. Pihak berwenang mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah pengawasan terhadap saluran komunikasi lintas batas dan rute infiltrasi yang dicurigai di barat laut.

Pada 6 April, polisi Iran menahan 235 orang di Tehran barat atas dugaan keterkaitan dengan kegiatan subversif yang didukung AS dan "Zionis Israel", dengan 93 orang kemudian dipenjara berdasarkan putusan pengadilan. Para pejabat mengatakan kelompok tersebut telah berupaya mengoordinasikan kerusuhan, menyebarkan propaganda, dan mengirimkan materi ke platform media yang bermusuhan yang beroperasi di luar negeri.
 
Operasi paralel di Khuzestan menghasilkan penangkapan 138 orang yang dituduh bekerja sama dengan jaringan media yang didukung asing, khususnya yang digambarkan oleh otoritas Iran sebagai alat perang psikologis dan informasi. Penangkapan tambahan dilaporkan di berbagai provinsi termasuk Lorestan, Azerbaijan Timur, Markazi, dan Qazvin, di mana para tersangka dituduh menyampaikan data sensitif, mendistribusikan peralatan komunikasi, dan membantu upaya pengumpulan intelijen yang menargetkan infrastruktur penting.
 
Para pejabat Iran juga menunjuk pada kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan penahanan individu yang dituduh mengirimkan koordinat situs militer dan keamanan, serta warga negara asing yang terlibat dalam pengintaian lapangan, dan menganggap perkembangan ini sebagai bukti kampanye eksternal berkelanjutan yang bertujuan untuk destabilisasi internal.[IT/r]
 
Comment