Laporan: IRGC Memaksa Pasukan AS Meninggalkan Selat Hormuz Setelah Serangan Terhadap Kapal Iran
Story Code : 1275596
IRGC forces US troops to leave Hormuz Strait after attack on Iranian ship
Pada hari Minggu (19/4), pasukan teroris AS yang ditempatkan di perairan sekitar Laut Oman menembaki kapal dagang Iran untuk memaksanya kembali ke perairan teritorial Iran.
Ditambahkan bahwa langkah AS tersebut sebagai tanggapan atas penutupan Selat Hormuz dan kembalinya kapal dagang India dan Inggris serta langkah-langkah pengendalian oleh IRGC.
Namun, ditekankan, Amerika terpaksa mundur dan meninggalkan daerah tersebut setelah "kehadiran tepat waktu dan respons cepat" dari unit angkatan laut IRGC dalam mendukung kapal Iran.
AS mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Iran setelah gagal mencapai tujuan militernya dalam perang agresi bersama dengan Israel terhadap negara tersebut yang dimulai pada akhir Februari.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap pemberlakuan pembatasan yang efektif oleh Iran terhadap transit melalui Selat Hormuz, jalur air utama di Teluk Persia yang bertanggung jawab atas seperlima permintaan minyak global.
Pada hari Jumat (17/4), Iran sempat melonggarkan pembatasan terhadap pelayaran komersial non-musuh di Selat tersebut di tengah upaya untuk menegosiasikan pengakhiran permanen perang.
�� Hormuz, kisah sebuah selat ��
��Pemandangan garis depan Selat Hormuz Iran di mana pasukan Basij, kapal IRGC, dan drone mengawasi dengan saksama saat kapal tanker asing melewati salah satu jalur air paling strategis di dunia.
Saksikan film dokumenter lengkapnya: https://t.co/Z5KmKBbJaW pic.twitter.com/jZddFrncz0
— Press TV Documentary (@presstvdoc) 19 April 2026
Namun, Angkatan Laut IRGC mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/4) bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat memilih untuk mempertahankan blokade pelabuhan Iran yang melanggar ketentuan gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 8 April.
"Namun, karena pelanggaran ketentuan gencatan senjata, dan karena Amerika belum mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran, Selat Hormuz telah ditutup mulai malam ini hingga blokade ini dicabut," kata IRGC.
Sebelumnya pada hari Minggu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran mencegat dua kapal tanker minyak yang berlayar di bawah bendera Botswana dan Angola di Selat Hormuz dan memaksa mereka kembali.[IT/r]