Iran: Belum Ada Keputusan Mengenai Pembicaraan Baru di Pakistan karena Pesan-pesan Kontradiktif dari AS
Story Code : 1275988
The Red Zone area in Islamabad, ahead of potential US-Iran peace talks.
“Belum ada keputusan akhir yang diambil mengenai apakah akan berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Pakistan,” kata Esmail Baghaei dalam sebuah wawancara televisi di Jaringan Berita IRIB.
“Alasannya adalah pesan-pesan yang kontradiktif, perilaku yang tidak konsisten, dan tindakan yang tidak dapat diterima dari pihak Amerika,” katanya.
Pakistan telah menjadi penengah dalam negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington setelah perang ilegal selama 40 hari yang dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Iran.
Gencatan senjata selama dua minggu mulai berlaku pada 8 April dan akan berakhir pada hari Rabu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak akan menyetujui perpanjangan gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum berakhir. Dia mengatakan Amerika Serikat siap untuk kembali berperang.
Ketegangan meningkat terkait apa yang disebut blokade angkatan laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan upaya Amerika untuk melakukan operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz.
Para pejabat Iran mengatakan blokade tersebut melanggar hukum dan merupakan pelanggaran gencatan senjata.
Iran mengatakan tidak akan menerima diktat atau syarat yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Tehran memasuki proses diplomatik secara bertanggung jawab tetapi telah kehilangan kepercayaan karena pelanggaran berulang dan agresi militer AS selama negosiasi sebelumnya, terutama pada Juni 2025 dan Februari 2026.[IT/r]