0
Wednesday 22 April 2026 - 04:23
Iran vs AS:

Ghalibaf Mengejek Slogan MAGA Trump, Menghubungkan Perang dengan Krisis Domestik AS

Story Code : 1276005
Iranian Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf
Iranian Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah mengkritik tajam Presiden AS Donald Trump, mengejek slogan "Make America Great Again" sambil menghubungkan kebijakan luar negeri Washington dengan semakin dalamnya krisis di dalam negeri.
 
Dalam sebuah unggahan di X, Ghalibaf menulis, "Mereka akan menjual perang untuk membuat apa menjadi hebat lagi?", sebuah teguran tajam terhadap tindakan militer AS yang telah meningkatkan ketidakstabilan regional dan menimbulkan korban sipil yang semakin besar.
 
Pejabat Iran itu memasangkan pernyataannya dengan jajak pendapat yang mengubah slogan MAGA menjadi akronim alternatif, termasuk "inflasi (MIGA)," "ketidakmampuan membeli (MUGA)," "oligarki (MOGA)," dan "Epsteinokrasi (MEGA)." Susunan kalimat tersebut menunjukkan bahwa kebijakan AS tidak menghasilkan kemakmuran, melainkan malah memicu kesulitan ekonomi, memperluas ketidaksetaraan, dan melindungi kekuasaan elit yang sudah mengakar. 
 
Pernyataan tersebut muncul di tengah agresi AS yang sedang berlangsung terhadap Iran, termasuk serangan militer, sanksi yang luas, dan blokade angkatan laut yang telah mengganggu salah satu koridor energi paling penting di dunia. Kampanye tersebut telah ternoda oleh pertumpahan darah warga sipil secara massal, termasuk serangan mematikan terhadap sekolah perempuan di Minab yang dilaporkan menewaskan lebih dari 160 anak dan memicu seruan untuk penyelidikan bahkan dari para anggota parlemen di Washington, yang mengungkap kebrutalan serangan tersebut dan dampak kemanusiaannya yang menghancurkan.
  
Washington telah lama mengejar pola pemaksaan yang mengikis diplomasi dan memicu ketidakstabilan regional. Pada saat yang sama, konsekuensinya dirasakan di dalam negeri, di mana harga bahan bakar yang melonjak, biaya hidup yang meningkat, dan tekanan ekonomi yang semakin dalam ditanggung secara tidak proporsional oleh rumah tangga kelas pekerja. 
 
Referensi Ghalibaf terhadap "Epsteinokrasi" juga muncul ketika rilis dokumen yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein terus mengungkap jaringan penyalahgunaan yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh. Bagi para korban dan pendukung mereka, skandal ini tetap menjadi masalah keadilan dan akuntabilitas, di tengah kekhawatiran bahwa pergeseran fokus politik dan media berisiko mengesampingkan tuntutan untuk transparansi dan ganti rugi penuh. 
 
Dengan latar belakang ini, para pejabat Iran mempertahankan bahwa eskalasi Washington di luar negeri tidak dapat dipisahkan dari krisis internalnya, dengan alasan bahwa biaya perang, baik manusia maupun ekonomi, ditanggung tidak hanya oleh mereka yang menjadi sasaran tetapi semakin banyak oleh warga Amerika biasa di dalam negeri.[IT/r]
 
Comment