0
Thursday 23 April 2026 - 03:45
Iran vs AS:

Iran Membantah Pernyataan Terkait Klaim Perpanjangan Gencatan Senjata Trump

Story Code : 1276196
A ballistic missile is displayed during a pro-government demonstration at Enqelab-e-Eslami (Islamic Revolution) Square in downtown Tehran, Iran,
A ballistic missile is displayed during a pro-government demonstration at Enqelab-e-Eslami (Islamic Revolution) Square in downtown Tehran, Iran,
Iran membantah laporan yang menyatakan bahwa mereka telah secara resmi menerima atau menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump mengenai perpanjangan gencatan senjata. 
 
Menurut televisi pemerintah Iran, Teheran "belum mengumumkan posisi resmi apa pun" mengenai masalah ini, menekankan bahwa spekulasi tentang persetujuan perpanjangan tersebut tidak akurat.
Para pejabat mengindikasikan bahwa Iran masih menilai situasi, tanpa keputusan akhir yang dikomunikasikan secara publik. 
 
Pernyataan dan klaim media yang diperdebatkan
Media Iran juga menolak klaim bahwa juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei telah mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai gencatan senjata. 
 
Televisi pemerintah mengklarifikasi bahwa Baghaei "tidak membuat pernyataan apa pun dalam hal ini hari ini," menolak laporan yang dikaitkan dengannya sebagai tidak benar. 
 
Lebih lanjut, televisi pemerintah menekankan bahwa tidak ada otoritas resmi Iran yang mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi atau menanggapi pengumuman Trump, menggarisbawahi tidak adanya tanggapan resmi. 
 
Pejabat menolak narasi perpecahan internal
Mehdi Tabatabaei, asisten presiden Iran untuk hubungan masyarakat, menolak klaim perpecahan dalam kepemimpinan Iran. 
 
Ia menggambarkan upaya untuk menggambarkan perselisihan internal sebagai "taktik politik dan media yang usang" yang bertujuan untuk melemahkan persatuan nasional.
 
Tabatabaei menyatakan bahwa koordinasi antara kepemimpinan politik, dukungan publik, dan saluran diplomatik tetap kuat, menghadirkan front persatuan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung. 
 
Ia juga menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri dari apa yang ia sebut sebagai pelanggaran perjanjian dan disinformasi, sambil menegaskan bahwa jalan menuju negosiasi tetap terbuka dalam kondisi yang adil. 
 
Ketidakpastian diplomatik dan upaya mediasi
Pernyataan Iran muncul setelah Trump mengumumkan perpanjangan periode gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku sampai Iran menyampaikan proposalnya dan diskusi selesai. 
 
Namun, Tehran dilaporkan telah memberi tahu Washington, melalui mediasi Pakistan, bahwa delegasinya tidak akan menghadiri pembicaraan yang direncanakan di Islamabad, dengan alasan tidak adanya kondisi yang layak untuk keterlibatan. 
 
Menurut Kantor Berita Tasnim, Iran menegaskan bahwa saat ini tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang berarti. 
 
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan kembali komitmen Islamabad terhadap upaya mediasi, dan menyatakan harapan bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri konflik.[IT/r]
 
Comment