Pasukan Israel Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Aktivis Armada Sumud
Story Code : 1279118
Boats carrying activists and humanitarian aid for Palestinians in Gaza, the Global Sumud Flotilla, in Barcelona, Spain
Global Sumud Flotilla menuduh pasukan pendudukan Zionis Israel pada hari Kamis (7/5) melakukan tindakan pelecehan seksual, kekerasan fisik, dan perlakuan yang merendahkan martabat terhadap para aktivis di atas kapal misi kemanusiaan yang menuju Gaza yang dicegat di perairan internasional.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh gerakan tersebut, para penyelenggara mengatakan kesaksian awal dari anggota kru dan peserta sipil menunjukkan “pola kekerasan fisik dan seksual yang parah dan perlakuan merendahkan martabat secara sistematis yang dilakukan terhadap peserta sipil setelah pencegatan armada di perairan internasional.”
Koalisi tersebut mengatakan kesaksian tersebut dikumpulkan langsung dari para aktivis yang ditahan setelah penyitaan kapal-kapal tersebut, menggambarkan pelanggaran tersebut sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas yang bertujuan untuk mengintimidasi upaya solidaritas internasional yang berupaya untuk mematahkan blokade yang diberlakukan di Gaza.
Tuduhan tersebut muncul di tengah meningkatnya pengawasan internasional atas tindakan Israel yang menargetkan inisiatif kemanusiaan yang berupaya mengirimkan bantuan ke wilayah Palestina yang terkepung.
Misi bantuan menuju Gaza dicegat di dekat Kreta
Armada tersebut berangkat dari Barcelona pada 15 April, membawa pasokan kemanusiaan yang ditujukan untuk Gaza, di mana warga Palestina terus menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan di bawah pengepungan dan serangan militer Zionis Israel yang sedang berlangsung.
Pada 29 April, para aktivis di atas kapal melaporkan bahwa pasukan pendudukan Zionis Israel mencegat kapal-kapal tersebut di dekat pulau Kreta, Yunani. Menurut penyelenggara armada, pasukan Zionis Israel menyita kapal-kapal tersebut, merusak mesin dan sistem navigasinya, dan kemudian mundur dari daerah tersebut.
Para penyelenggara berpendapat bahwa pencegatan tersebut terjadi di perairan internasional dan merupakan pelanggaran hukum maritim internasional, terutama mengingat sifat sipil dan kemanusiaan dari misi tersebut.
Global Sumud Flotilla telah menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari upaya Israel yang lebih luas untuk mencegah aktivis internasional dan kelompok bantuan mencapai Gaza atau menarik perhatian global terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.
Aktivis Tetap dalam Tahanan Zionis Israel
Gerakan tersebut juga menyuarakan kekhawatiran atas penahanan berkelanjutan terhadap dua aktivis setelah pencegatan tersebut.
Pada hari Sabtu, penyelenggara armada kapal menyerukan kepada Parlemen Eropa untuk campur tangan setelah hilangnya Saif Abukeshek, warga negara Spanyol dan Swedia keturunan Palestina, bersama aktivis Brasil Thiago Avila.
Menurut koalisi tersebut, kedua pria itu menghilang setelah penyitaan kapal oleh pasukan pendudukan Israel dan tetap berada dalam tahanan Zionis Israel.
Para pembela hak asasi manusia dan kelompok solidaritas semakin menyuarakan keprihatinan atas perlakuan terhadap aktivis yang ditahan yang terlibat dalam misi bantuan Gaza, khususnya di tengah tuduhan penyiksaan, penahanan tanpa komunikasi, dan penolakan akses hukum.
Koalisi armada kapal mengatakan akan terus mendokumentasikan kesaksian dan menempuh jalur hukum internasional terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan selama operasi tersebut.
Kecaman Internasional Meningkat
Pencegatan tersebut memicu kecaman diplomatik dari berbagai negara di seluruh Global Selatan dan dunia Muslim.
Pada tanggal 30 April, para menteri luar negeri Turki, Brasil, Yordania, Pakistan, Spanyol, Malaysia, Bangladesh, Kolombia, Maladewa, Afrika Selatan, dan Libya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Israel terhadap armada tersebut.
Para menteri menyerukan pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional dan menekankan perlunya melindungi misi kemanusiaan yang beroperasi untuk mendukung penduduk sipil Gaza.
Pernyataan tersebut menambah kritik internasional yang semakin meningkat yang ditujukan pada tindakan Israel terhadap konvoi bantuan, inisiatif solidaritas maritim, dan aktivis asing yang berupaya menantang blokade di Gaza.[IT/r]