AL Iran Menyita Kapal Tanker Minyak Ocean Koi di Lepas Pantai Teluk Oman karena Pelanggaran Maritim
Story Code : 1279120
Iran's Navy shows the seized oil tanker, Ocean Koi
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (8/5), Angkatan Laut mengatakan bahwa kapal tanker tersebut disita selama operasi yang dilakukan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan berdasarkan perintah pengadilan.
Angkatan Laut Iran merencanakan dan melaksanakan operasi khusus di Teluk Oman dan menyita kapal tanker yang melanggar tersebut beserta muatan minyak Iran, tambahnya.
Menurut pernyataan tersebut, kapal tanker tersebut berupaya memanfaatkan situasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut dalam upaya untuk “merusak dan mengganggu ekspor minyak dan kepentingan bangsa Iran.”
Disebutkan bahwa pasukan komando dan marinir Angkatan Laut Iran mengawal kapal tanker yang melanggar tersebut ke pantai selatan negara itu dan menyerahkannya kepada otoritas kehakiman.
Komando Angkatan Laut Iran menyita kapal tanker minyak OCEAN KOI dalam operasi khusus setelah kapal tersebut berupaya mengganggu ekspor minyak Iran dan kepentingan nasional.
Ikuti: https://t.co/mLGcUTS2ei pic.twitter.com/rPrIkVCqCv
— Press TV 🔻 (@PressTV) 8 Mei 2026
Angkatan Laut Iran dengan kuat membela kepentingan dan aset bangsa Iran di perairan regional negara itu dan tidak akan menunjukkan kelonggaran terhadap pelanggar atau agresor mana pun, pernyataan itu menegaskan kembali.
Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Republik Islam pada 28 Februari, Iran telah memberlakukan kontrol ketat atas Selat Hormuz, memblokir jalur kapal milik agresor dan mereka yang mendukung perang.
AS telah memberlakukan blokade angkatan laut ilegal yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz sejak 13 April yang melanggar gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara Tehran dan Washington.
Pada hari Kamis (7/5), Presiden AS Donald Trump menarik diri dari apa yang disebut "Proyek Kebebasan" yang diluncurkannya untuk membuka Selat Hormuz tetapi gagal setelah menghadapi pertahanan asimetris Iran dan penentangan dari negara-negara regional. Namun, ia mengatakan blokade Amerika akan tetap "berlaku sepenuhnya."
Trump sebelumnya tanpa malu-malu mengakui bahwa Angkatan Laut AS bertindak "seperti bajak laut" dalam melaksanakan blokade angkatan laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.[IT/r]