Araqchi Membantah Klaim AS tentang Kemampuan Rudal Iran
Story Code : 1279126
Iranian Foreign Minister Abbas Araqchi dismissed reported US intelligence assessments about Iran’s missile capabilities
Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Jumat (8/5), Araqchi mengkritik Washington karena selalu menggunakan tindakan militer setiap kali solusi diplomatik tersedia, dengan mengatakan bahwa diplomasi berulang kali menjadi korban kebijakan AS.
“Setiap kali solusi diplomatik ada di meja perundingan, AS memilih petualangan militer yang gegabah. Apakah ini taktik tekanan yang kasar? Atau hasil dari perusak yang sekali lagi menipu POTUS ke dalam rawa lain?” kata Araqchi.
“Apa pun penyebabnya, hasilnya sama: rakyat Iran tidak pernah tunduk pada tekanan dan diplomasi selalu menjadi korban,” tambah menteri luar negeri itu.
“Selain itu, CIA salah. Persediaan rudal dan kapasitas peluncur kami tidak mencapai 75% dibandingkan dengan 28 Februari. Angka yang benar adalah 120%. Adapun kesiapan kami untuk membela rakyat kami: 1.000%,” tegas Araqchi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebuah laporan media yang mengutip penilaian intelijen AS mengklaim bahwa Iran masih mempertahankan sebagian besar kemampuan rudal balistik dan peluncurnya meskipun telah dibombardir AS dan Israel selama berminggu-minggu.
Menurut laporan tersebut, Iran mempertahankan sekitar 75 persen dari persediaan peluncur bergerak pra-perangnya dan sekitar 70 persen dari persediaan rudalnya, sambil juga memulihkan sebagian besar infrastruktur penyimpanan bawah tanahnya dan memperbaiki rudal yang rusak.[IT/r]