0
Saturday 9 May 2026 - 03:43
Iran vs AS:

Iran: 8 Rudal Jelajah dan 24 Drone Diluncurkan ke Kapal Perusak Angkatan Laut AS

Story Code : 1279134
Iranian and Russian navy in Indian Ocean
Iranian and Russian navy in Indian Ocean
Angkatan laut Iran menargetkan sekelompok kapal Angkatan Laut AS yang mencoba memindahkan tiga kapal perusak "pelanggar" mereka dari Selat Hormuz menuju Teluk Oman, menurut pernyataan dari militer Iran yang dimuat oleh Kantor Berita Tasnim pada hari Jumat (7/5).
 
Militer Iran mengatakan operasi itu adalah serangan terkoordinasi yang melibatkan delapan rudal jelajah dan 24 drone serang satu arah.
 
Menurut militer Iran, satu rudal jelajah dan tiga drone serang satu arah berhasil menghantam kapal perusak AS, menyebabkan kebakaran di dalamnya. Pernyataan itu menambahkan bahwa rudal dan drone tersebut mengenai sasaran meskipun Angkatan Laut AS telah melakukan upaya ekstensif untuk menangkis serangan tersebut.
 
Operasi tersebut diberi kode nama "Martir Mayouan" untuk menghormati Kapten Amir Bahador Mayouan, komandan kapal perusak Iran Jamaran.
 
Bentrokan Pecah antara Iran dan AS di Selat Hormuz
Sebelumnya pada 8 Mei, Kantor Berita Fars Iran, mengutip sumber keamanan, melaporkan bahwa bentrokan sporadis pecah antara angkatan bersenjata Iran dan kapal angkatan laut AS di wilayah Selat Hormuz.
 
Fars lebih lanjut melaporkan bahwa malam sebelumnya, angkatan bersenjata Iran telah menggagalkan upaya serangan oleh pasukan AS terhadap kapal tanker minyak Iran di daerah yang sama.
 
Dalam laporan terpisah, sebuah sumber militer yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim bahwa Angkatan Laut Iran merespons setelah Amerika Serikat melancarkan agresi yang menargetkan kapal tanker minyak Iran. Sumber tersebut mencatat bahwa bentrokan telah mereda dan situasi saat ini tenang.
 
Namun, sumber yang sama mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat, dengan menyatakan, "Jika AS berencana untuk memasuki Teluk lagi atau menyebabkan gangguan pada aset maritim Iran, mereka akan menghadapi respons tegas lainnya." Sumber tersebut menekankan bahwa kemungkinan bentrokan baru tetap ada.
 
Sebelumnya pada tanggal 8 Mei, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menggambarkan militer AS sebagai "agresif dan teroris," menuduh bahwa pasukan Amerika telah melanggar gencatan senjata dan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pantai Iran di daerah Jask menuju Selat Hormuz.[IT/r]
Menurut juru bicara yang sama, pasukan AS juga menargetkan kapal lain saat memasuki Selat Hormuz di seberang pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.
Dalam peringatan langsung kepada Amerika Serikat, juru bicara tersebut mengatakan, "Iran akan merespons dengan keras dan tanpa ragu sedikit pun, dengan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresi atau pelanggaran."
 
Comment