Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Investigasi Pembantaian Siswi Sekolah Minab oleh AS-Israel
Story Code : 1279211
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan 168 anak-anak dan guru dalam serangan udara terhadap Sekolah Minab di Iran selatan pada hari pertama perang.
Serangan terhadap sekolah di Minab itu harus diselidiki, kata Milan Uhrik, anggota Parlemen Eropa.
Berbicara dalam aksi duka bertajuk Angels of Minab di luar Kedutaan Besar Iran di Brussel, anggota parlemen tersebut mengatakan dirinya mencurigai serangan itu dilakukan secara sengaja.
Uhrik mengatakan semua orang mengetahui apa yang mampu dilakukan rezim Israel.
Ia mencontohkan genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sebagai bukti tindakan pasukan rezim Israel terhadap warga sipil.
Uhrik juga menyebut serangan yang menargetkan anak-anak, perempuan, dan lansia Lebanon sebagai contoh lain dari brutalitas pasukan Israel.
“Israel mampu menyerang warga sipil, mengintimidasi masyarakat, menyebarkan ketakutan di tengah populasi, dan dengan demikian mencoba memenangkan perang dengan cara apa pun,” ujar Uhrik, seraya menegaskan kembali bahwa serangan terhadap sekolah Minab kemungkinan merupakan serangan terencana yang harus diselidiki.
Menurut Uhrik, serangan udara terhadap sekolah Minab merupakan kejahatan perang, dan Uni Eropa maupun negara-negara Eropa seharusnya tidak terlibat dalam tindakan kriminal semacam itu.
Ia mengatakan telah mengirim surat kepada Komisi Eropa terkait masalah tersebut.
Politikus Slovakia itu juga mengecam Komisi Eropa dan para pemimpin Eropa karena menerapkan standar ganda terhadap kejahatan semacam itu.
Menurutnya, negara-negara Eropa berusaha menghindari penyelidikan terhadap kejahatan tersebut karena lemah dan tidak mampu menunjukkan perlawanan terhadap kebijakan agresif yang didikte Washington dan Tel Aviv.
Namun demikian, perang terhadap Iran disebut memicu kecaman internasional yang meluas dan memperlihatkan keretakan mendalam dalam aliansi Barat.
Sekitar 50 aktivis hadir untuk menyatakan solidaritas mereka kepada rakyat Iran dalam aksi duka di Brussel tersebut. [IT/G]