Barak mengatakan Netanyahu Gagal di Front Lebanon, Menjadi Boneka Trump
Story Code : 1279312
Netanyahu became Trump's puppet
Mantan Perdana Menteri Zionis Israel Ehud Barak mengkritik keras penanganan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di front utara, menyebutnya sebagai "kegagalan" dan menuduhnya menjadi "boneka" Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 Israel, Barak, yang menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 1999 hingga 2001, menyampaikan penilaian pedas terhadap kepemimpinan Netanyahu di tengah meningkatnya konfrontasi di sepanjang perbatasan Lebanon.
"Netanyahu telah berubah menjadi boneka di tangan Presiden AS Donald Trump," kata Barak, menambahkan bahwa Trump "mengendalikan semua yang dilakukan Netanyahu." Meskipun Barak menggambarkan penarikan pasukan dari Lebanon sebagai "langkah yang baik," ia berpendapat bahwa "sejak saat itu, pekerjaan belum cukup diselesaikan."
Komentar mantan perdana menteri itu muncul di tengah meningkatnya kritik di dalam "Zionis Israel" mengenai pengelolaan pemerintah terhadap front utara, di mana operasi yang sedang berlangsung oleh faksi-faksi perlawanan Lebanon telah memicu kekhawatiran Israel yang semakin besar atas potensi perluasan perang.
Netanyahu jatuh ke dalam perangkap strategis, Lebanon memberikan harga yang mahal bagi 'Zionis Israel'
Kritik tersebut digaungkan di surat kabar Zionis Israel Maariv, di mana analis politik Ben Caspit secara eksplisit menyerukan Netanyahu untuk mundur. Caspit memperingatkan bahwa berbagai front yang dibuka oleh pemerintah telah berubah menjadi "perangkap strategis," dengan Lebanon menjadi "rawa" yang memberikan kerugian besar bagi "Zionis Israel".
Menurut analis tersebut, Hizbullah memulihkan kemampuannya sementara Hamas terus mengatur ulang dirinya di Gaza, menempatkan "Israel" dalam situasi keamanan yang genting.
Maariv lebih lanjut mencatat penurunan posisi Netanyahu baik di dalam negeri maupun internasional, menunjukkan bahwa dugaan "prestasi militer" gagal memperbaiki posisi politiknya atau meningkatkan popularitasnya dalam jajak pendapat.
Laporan itu juga menyoroti meningkatnya masalah hukum bagi perdana menteri, dengan peringatan bahwa kekalahan politik di masa depan dapat membuka pintu menuju pemenjaraan.
Laporan itu menambahkan bahwa hubungan antara Netanyahu dan Donald Trump tidak lagi seperti dulu, mengklaim bahwa Trump sekarang "menguras eksperimen Netanyahu" di tengah memburuknya citra internasional "Israel" dan meningkatnya kritik global atas penanganan perang dan krisis regional.[IT/r]