Mimpi Buruk yang Tak Terhentikan: CNN Menyoroti Drone Serat Optik Hizbullah yang Membingungkan ‘Israel’
Story Code : 1279445
Hezbollah’s Fiber-Optic Drone
Jaringan Amerika tersebut mengakui peningkatan kemampuan Hizbullah dalam perang drone, menunjuk pada meningkatnya rasa cemas di ‘Zionis Israel’ atas efektivitas drone bunuh diri yang dipandu serat optik. Menurut laporan tersebut, kelompok perlawanan telah berhasil mengembangkan taktik ofensif yang membingungkan tentara Zionis Israel. Drone canggih ini beroperasi melalui kabel serat optik, bukan sinyal radio, sehingga hampir tidak mungkin untuk dideteksi atau dihalangi.
Laporan tersebut menyoroti insiden spesifik di mana sebuah drone terbang dengan akurat di atas kota-kota yang hancur di Lebanon selatan, menavigasi jalan dan bangunan sebelum melihat tank dan tentara Zionis Israel di dekatnya. Layar operator menampilkan pesan "Bom siap," yang menggarisbawahi kecanggihan teknologi dan ketepatan lapangan operasi tersebut.
CNN mengutip peneliti Israel Yehoshua Kaliski dari Institut Studi Keamanan Nasional, yang mengatakan bahwa drone ini "dilindungi dari gangguan elektronik, dan tidak adanya tanda elektronik mereka membuat hampir tidak mungkin untuk menentukan lokasi peluncurannya."
Jaringan tersebut menambahkan bahwa rekaman yang dirilis oleh perlawanan menunjukkan tentara pendudukan tampaknya tidak menyadari kedatangan drone beberapa saat sebelum meledak. Tentara Zionis Israel kemudian mengakui bahwa serangan itu menewaskan satu tentara dan melukai beberapa lainnya, sebelum perlawanan menargetkan helikopter evakuasi yang tiba di lokasi kejadian.
Jaringan Amerika tersebut mengkonfirmasi bahwa militer Zionis Israel, yang selama bertahun-tahun mengandalkan keunggulan teknologi dan peperangan elektronik untuk melawan drone, kini menghadapi tantangan baru yang secara signifikan mengikis keunggulannya. Sumber militer Zionis Israel mengakui bahwa "penghalang dan rintangan fisik saat ini adalah satu-satunya cara yang tersedia," tetapi mengakui bahwa itu "tidak sepenuhnya sempurna."
Laporan tersebut mencatat bahwa Hizbullah terus mengembangkan metode untuk mengoordinasikan serangan pesawat tak berawak, sementara tentara Israel masih kesulitan beradaptasi dengan ancaman yang semakin meningkat ini. Hal ini terjadi ketika 'Israel' mengakui bahwa Hizbullah "belajar dengan cepat" dan memiliki kemampuan yang semakin meningkat untuk melakukan serangan tepat dan serentak terhadap tentara dan kendaraan di Lebanon selatan dan Palestina utara yang diduduki.[IT/r]