Iranian and Pakistan flags in border of two countries
Iran secara resmi menyampaikan tanggapannya terhadap usulan terbaru AS mengenai gencatan senjata setelah berminggu-minggu agresi AS-Israel terhadap Republik Islam, menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.
Sumber tersebut mengatakan kepada IRNA pada hari Minggu (10/5) bahwa Tehran menyampaikan posisinya melalui mediator Pakistan karena kontak diplomatik tidak langsung terus berlanjut antara kedua pihak.
Menurut sumber tersebut, tahap negosiasi saat ini hanya berfokus pada pengakhiran permusuhan di kawasan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan bahwa tanggapan akhir Tehran akan disampaikan setelah menyelesaikan tinjauan internal dan konsultasi mengenai usulan AS.
Tidak ada detail tambahan mengenai isi tanggapan Iran yang segera diungkapkan.
Pakistan Terus Memainkan Peran Sebagai Mediator
Pakistan telah memainkan peran mediasi sentral selama perang AS-Zionis Israel di Iran.
Islamabad menengahi perjanjian gencatan senjata pada 8 April yang menghentikan hampir 40 hari perang gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Pembicaraan selanjutnya kemudian diadakan di ibu kota Pakistan, meskipun negosiasi dilaporkan gagal mencapai terobosan politik yang lebih luas.
Pakistan telah berulang kali menyerukan de-eskalasi dan stabilitas regional di tengah kekhawatiran bahwa konfrontasi yang berkelanjutan dapat meluas menjadi konflik regional yang lebih luas.
Negosiasi menyusul agresi AS-Zionis Israel selama beberapa minggu.
Upaya diplomatik ini dilakukan setelah beberapa minggu eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan "Zionis Israel" terhadap Iran.
Para pejabat Iran telah berulang kali mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Iran dan hukum internasional, sambil menekankan bahwa Tehran berhak untuk membela diri terhadap agresi.
Gencatan senjata yang ditengahi pada bulan April untuk sementara mengurangi konfrontasi langsung, meskipun ketegangan regional tetap tinggi karena negosiasi terus berlanjut.
Kontak diplomatik terbaru ini berlangsung di tengah ketidakstabilan yang lebih luas di seluruh Asia Barat dan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang kemungkinan eskalasi baru.[IT/r]