0
Monday 11 May 2026 - 11:38
AS vs Iran:

Trump Berikrar Akan Mengambil Uranium yang Diperkaya Milik Iran

Story Code : 1279498
US President Donald Trump speaks to the press outside the White House, Washington, DC
US President Donald Trump speaks to the press outside the White House, Washington, DC
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu (9/5) menegaskan kembali tawarannya untuk membantu memindahkan cadangan bahan fisil milik Tehran.
 
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu (10/5), jurnalis Sharyl Attkisson bertanya kepada Trump mengenai tahap apa yang telah dicapai dalam perang melawan Republik Islam tersebut, mengingat AS belum berhasil mengamankan bahan fisil milik Iran.
 
"Yah, kami akan mengambilnya pada suatu saat nanti—apa pun yang kami inginkan," ujarnya. "Kami telah memantaunya; Anda tahu, saya membentuk sebuah satuan yang disebut Space Force... Jika ada siapa pun yang mendekati lokasi tersebut, kami pasti akan mengetahuinya. Dan kami akan menghancurkan mereka."
 
AS dan Zionis Israel melancarkan serangan mereka pada akhir Februari, dengan menempatkan perang tersebut sebagai upaya untuk mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Tehran.
 
Dalam proposal terbarunya, Washington mempertegas tuntutannya agar Iran berjanji untuk tidak pernah mengembangkan senjata semacam itu, menghentikan seluruh kegiatan pengayaan, serta menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi miliknya.
 
Moskow telah berulang kali menawarkan bantuan dalam proses perdamaian serta kesediaan untuk membantu memindahkan bahan-bahan tersebut.
 
"Kami tidak hanya mengajukan tawaran semacam itu; kami bahkan sudah pernah melaksanakannya sekali sebelumnya, yakni pada tahun 2015. Iran menaruh kepercayaan penuh kepada kami, dan hal itu bukan tanpa alasan," ungkap Presiden Rusia Vladimir Putin kepada para jurnalis saat perayaan Hari Kemenangan di Moskow pada hari Sabtu.
 
Rusia tidak pernah melanggar kesepakatannya dan terus bekerja sama dengan Iran dalam program energi nuklir untuk tujuan damai, tambahnya.
 
Iran masih menyimpan lebih dari 400 kg uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60%, menurut estimasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Tingkat pengayaan yang diperlukan untuk pembuatan senjata (weapons-grade) biasanya mencapai 90% atau lebih tinggi.
 
Meskipun Iran belum merilis tanggapan resmi terhadap tawaran terbaru AS tersebut, negara itu secara konsisten menolak untuk menyerahkan cadangan uraniumnya ataupun menghentikan program nuklir sipilnya; sebaliknya, Iran menuntut agar Washington memberikan jaminan non-agresi serta menarik pasukannya dari kawasan tersebut. Tehran juga telah lama membantah adanya rencana untuk memproduksi bom nuklir.[IT/r]
 
Comment