0
Monday 11 May 2026 - 11:57
Prancis dan Gejolak Asia Barat:

Macron Berubah Sikap Setelah Iran Memberi Peringatan Terkait Pengerahan Pasukan di Hormuz

Story Code : 1279504
French President Emmanuel Macron, Paris never intended to deploy naval forces to the Strait of Hormuz
French President Emmanuel Macron, Paris never intended to deploy naval forces to the Strait of Hormuz
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu (10/5) mengatakan bahwa Prancis "tidak pernah mempertimbangkan" untuk mengerahkan angkatan laut ke Selat Hormuz, seraya menegaskan bahwa Paris hanya mendiskusikan misi keamanan maritim yang terkoordinasi dengan Iran.
 
Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Nairobi, Macron berupaya mengklarifikasi posisi Prancis menyusul peringatan keras dari Tehran terkait potensi pengerahan militer Prancis atau Inggris di jalur perairan yang strategis tersebut.
 
Macron bersikeras bahwa diskusi yang dilakukan berpusat pada koordinasi maritim, bukan pada pengerahan militer secara langsung, di tengah terus meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
 
Pernyataan tersebut disampaikan setelah para pejabat Iran memperingatkan bahwa kehadiran angkatan laut asing mana pun yang menyertai apa yang digambarkan Teheran sebagai tindakan AS yang melanggar hukum akan memicu respons segera.
 
Iran Memberi Peringatan Terhadap Kehadiran Militer Asing
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, memperingatkan bahwa kehadiran angkatan laut Prancis, Inggris, atau angkatan laut asing lainnya yang mendukung operasi AS di Selat Hormuz akan menghadapi "respons yang tegas dan segera" dari angkatan bersenjata Iran.
 
Gharibabadi menegaskan bahwa pengerahan aset angkatan laut Barat dengan dalih "melindungi navigasi" sama saja dengan upaya militerisasi lebih lanjut terhadap jalur perairan internasional yang vital, serta berisiko memperparah krisis regional.
 
Para pejabat Iran berulang kali menuduh kekuatan-kekuatan Barat menggunakan narasi keamanan maritim sebagai dalih untuk melakukan ekspansi militer di dekat perairan teritorial Iran.
 
Teheran bersikeras bahwa pengerahan militer asing di kawasan Teluk justru mengancam stabilitas regional, alih-alih menjaga keamanan navigasi maritim.
 
Pasukan Iran Meningkatkan Kesiapsiagaan di Hormuz
Di tengah meningkatnya konfrontasi, Komandan Angkatan Laut Angkatan Darat Iran, Laksamana Shahram Irani, pada hari Minggu menyatakan bahwa kapal-kapal selam Iran berada dalam kesiapan penuh dan telah menempati posisi operasional.
 
"Kapal-kapal selam kami siap untuk bertindak dan telah ditempatkan di dasar laut," ujar Irani, yang menandakan adanya peningkatan kesiapsiagaan militer di tengah berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.
 
Koridor strategis tersebut telah menjadi saksi serangkaian konfrontasi dan insiden maritim yang terjadi secara sporadis dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan peningkatan aktivitas angkatan laut AS di dekat perairan Iran. Iran Menegaskan Kembali Kendali atas Keamanan Hormuz
Iran telah berulang kali menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz berada di bawah tanggung jawab negara-negara kawasan dan angkatan bersenjata Iran.
 
Teheran juga bersikeras untuk mengoordinasikan lalu lintas kapal yang melintasi jalur perairan tersebut, dengan menempatkan langkah ini sebagai bagian dari regulasi maritim baru yang diperkenalkan sebagai respons terhadap tindakan AS yang bertujuan mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di Teluk tanpa mematuhi prosedur Iran.
 
Para pejabat Iran berpendapat bahwa tindakan Washington melanggar kerangka kerja maritim regional dan turut memicu peningkatan instabilitas di salah satu rute transit energi paling krusial di dunia.[IT/r]
 
Comment