0
Tuesday 12 May 2026 - 03:37
Zionis Israel vs Hezbollah Lebanon:

IOF Mengakui 3 Tentara Terluka pada Hari Senin di Lebanon Selatan

Story Code : 1279616
The Islamic Resistance drone strike targeting an Israeli military bulldozer in the southern Lebanese city of Bint Jbeil
The Islamic Resistance drone strike targeting an Israeli military bulldozer in the southern Lebanese city of Bint Jbeil
Tiga tentara pendudukan Zionis Israel terluka pada Senin pagi setelah drone bermuatan bahan peledak menghantam posisi mereka di Lebanon selatan, menurut surat kabar Zionis Israel, *Israel Hayom*. Para tentara yang terluka tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan keluarga mereka telah diberi kabar.
 
Sebelumnya pada hari Senin, tentara pendudukan Zionis Israel mengonfirmasi kematian seorang sersan staf cadangan setelah sebuah drone Hezbollah menghantam situs militer di dekat permukiman Manara, di wilayah Al-Jalil (Galilee) di bagian utara wilayah pendudukan Palestina.
 
Memperparah jumlah korban, juru bicara militer Israel mengumumkan bahwa gangguan teknis menimpa salah satu helikopter Angkatan Udara saat operasi evakuasi di Lebanon selatan. Pesawat tersebut berhasil mendarat di zona evakuasi, namun tidak dapat lepas landas kembali saat sedang mengangkut personel yang terluka, sehingga memaksa militer untuk mengerahkan helikopter kedua guna menyelesaikan misi tersebut.
 
Korban jiwa pada hari Senin (11/5) ini menyusul hari Minggu yang penuh peristiwa, di mana Kementerian Kesehatan Israel mengakui bahwa delapan tentara terluka akibat serangan tembakan dari Hezbollah.
 
Kembali ke 'Realitas Persamaan'
Seorang pejabat militer Israel, yang dikutip oleh *Channel 12*, mengakui pada hari Senin bahwa "Zionis Israel telah kembali ke realitas persamaan dengan Hezbollah." Analis dari surat kabar berbahasa Ibrani, *Maariv*, Avi Ashkenazi, menjelaskan lebih lanjut dengan menyatakan bahwa Hezbollah sengaja membangun dinamika tekanan yang telah lama menjadi strategi favorit mereka, yakni dinamika saling pengusiran timbal balik.
 
Saat agresi Zionis Israel memaksa warga Lebanon selatan meninggalkan rumah mereka, pihak perlawanan Lebanon memastikan bahwa para pemukim di permukiman garis depan di perbatasan utara wilayah pendudukan Palestina juga tidak dapat hidup secara normal, membuat mereka harus menghadapi rutinitas tempur yang intensif berupa serangan roket dan drone yang terus-menerus.

Sementara itu, koresponden *Israel Hayom* memperingatkan bahwa konfrontasi yang terus berlanjut di wilayah pendudukan Palestina bagian utara—ditambah dengan ketiadaan solusi jangka panjang bagi para pemukim—kian memicu kekhawatiran bahwa banyak pemukim mungkin akan meninggalkan wilayah tersebut secara permanen atau menolak untuk kembali.
 
"Wilayah Utara sedang terbakar," tulis koresponden tersebut, seraya mencatat bahwa meskipun kehidupan telah kembali normal di bagian-bagian lain wilayah "Israel", roket dan drone tetap menjadi bagian dari realitas sehari-hari para pemukim di permukiman-permukiman garis depan yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon. Wilayah Utara sedang runtuh di bawah "perasaan ditelantarkan," di mana para pemilik usaha berjuang keras untuk bertahan secara ekonomi, sementara para pemukim terus hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan yang terus-menerus.

Menurut laporan tersebut, seluruh komunitas merasa bahwa pemerintah Israel telah menelantarkan mereka, meskipun mereka telah bertahun-tahun menunjukkan kesetiaan terhadap pendudukan tersebut.
 
Drone-drone Hezbollah membuat tentara pendudukan tak berdaya
Saluran televisi Israel, i24, menggambarkan operasi drone Hezbollah sebagai "mimpi buruk bagi Zionis Israel," seraya menyoroti kian mendalamnya kebingungan di kalangan militer Israel terkait kemampuan udara kelompok perlawanan tersebut yang terus berkembang.
 
Koresponden urusan militer dari *Israel Hayom* menyatakan bahwa Hezbollah terus membebankan "harga yang sangat mahal" bagi pasukan pendudukan, sementara militer Israel hingga kini belum mampu memberikan respons yang efektif.
 
Para tentara pendudukan di wilayah utara dilaporkan mengungkapkan perasaan tak berdaya saat melihat drone-drone kecil melintas di atas mereka tanpa peringatan sebelumnya; solusi-solusi yang saat ini diterapkan oleh militer Zionis Israel pun gagal memberikan respons yang memadai, bahkan pada tingkat minimal sekalipun.[IT/r]
 
Comment