0
Tuesday 12 May 2026 - 07:51
PBB - Iran:

PBB: Puluhan Juta Orang Terancam Kelaparan Jika Pengiriman Pupuk Terhambat di Hormuz

Story Code : 1279635
Jorge Moreira da Silva. the Executive Director of the United Nations Office for Project Services (UNOPS)
Jorge Moreira da Silva. the Executive Director of the United Nations Office for Project Services (UNOPS)
Puluhan juta orang dapat menghadapi kelaparan dan kekurangan pangan jika pengiriman pupuk tidak segera diizinkan melintasi Selat Hormuz, demikian peringatan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS), Jorge Moreira da Silva, pada hari Senin (11/5). 
 
Saat berbicara kepada AFP, Da Silva mengatakan, “Kita memiliki waktu beberapa minggu ke depan untuk mencegah apa yang kemungkinan besar akan menjadi krisis kemanusiaan yang masif,” seraya menambahkan, “Kita mungkin akan menyaksikan krisis yang akan menjerumuskan 45 juta orang lagi ke dalam kelaparan dan kekurangan pangan.”
 
Situasi ini muncul di tengah berlanjutnya blokade AS di Selat Hormuz serta tindakan penargetan terhadap sejumlah kapal sipil yang mencoba melintasi selat tersebut.
 
Dalam konteks terkait, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengumumkan beberapa hari yang lalu bahwa biaya pengiriman bantuan ke Sudan telah meningkat lebih dari dua kali lipat akibat perang terhadap Iran, karena gangguan pengiriman telah mendongkrak biaya dan menunda penyaluran pasokan bantuan.
 
Misi Iran di PBB Memperingatkan: Serangan AS di Hormuz Berisiko Picu Bencana Besar
Iran telah lama menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan AS di Selat Hormuz akan memperparah krisis yang ada. Dalam sebuah pengaduan terbaru kepada PBB, Utusan Tetap Iran memperingatkan bahwa agresi AS yang terjadi belakangan ini di Selat Hormuz—termasuk serangan terhadap kapal-kapal Iran dan penerapan blokade angkatan laut—dapat memicu bencana besar di kawasan tersebut dan sekitarnya.
 
Utusan Iran, Amir Saeed Iravani, mendesak PBB untuk secara resmi mengutuk serangan berulang yang dilancarkan AS terhadap kapal-kapal Iran, seraya menegaskan bahwa situasi ini menuntut tindakan segera, baik dari Sekretariat PBB maupun Dewan Keamanan.
 
Misi Iran juga menyoroti keterlibatan Washington dalam “tindakan-tindakan yang menyerupai pembajakan” melalui blokade angkatan laut yang melanggar hukum serta penahanan awak kapal, dengan argumen bahwa tindakan-tindakan tersebut tergolong sebagai tindakan agresi berdasarkan resolusi-resolusi Majelis Umum PBB.
 
Iran memperingatkan bahwa eskalasi yang terus berlanjut tersebut mengancam keamanan maritim dan jalur perdagangan global, seraya menambahkan bahwa situasi di Teluk dan Selat Hormuz dapat berkembang menjadi krisis yang lebih luas dengan dampak yang menjangkau hingga ke luar kawasan tersebut.[IT/r]
 
Comment