Tasnim: Kapal Pengangkut LNG UEA Mendekati Hormuz, Menunggu Persetujuan
Story Code : 1279640
Vessel carrying UAE LNG approaching Hormuz
Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa XIN MING LONG—sebuah kapal tanker minyak yang mengangkut kargo gas cair dari UEA dan berlayar di bawah bendera Panama—telah tiba di sekitar Selat Hormuz dan sedang bersiap untuk melintasi jalur perairan tersebut setelah bertolak dari Pelabuhan Sharjah.
Menurut kantor berita tersebut, izin bagi pelayaran tanker itu belum dikonfirmasi, menyusul insiden penghentian sementara terhadap sebuah tanker Qatar yang terjadi sebelumnya saat kapal tersebut melintasi selat itu.
Tasnim juga menyatakan bahwa tidak ada kapal yang melintas selama 24 jam terakhir melalui rute yang diusulkan oleh Amerika Serikat di sepanjang pesisir Oman; Tasnim menambahkan bahwa beberapa kapal dan tanker minyak yang telah memperoleh izin transit justru memilih untuk melintas melalui rute yang ditetapkan oleh Iran di dalam selat tersebut.
Laporan ini muncul setelah pasukan angkatan laut dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menegaskan peringatan bahwa rute yang ditetapkan oleh Teheran tetap menjadi satu-satunya jalur aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Tanker Minyak Mentah Irak Melintasi Hormuz Melalui Rute yang Ditetapkan Iran
Sebuah kapal tanker minyak yang memuat minyak mentah Irak berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Minggu—terlepas dari adanya ancaman maritim dari AS—dan kini tengah menuju Pelabuhan Nghi Son di Vietnam.
Menurut Tasnim, "sebuah kapal tanker minyak jenis VLCC bernama 'AGOIS FANOURIOS I' melintasi rute yang ditetapkan oleh Iran di Selat Hormuz pada hari Minggu," seraya menambahkan bahwa "tanker ini—yang mengangkut minyak mentah Irak—saat ini berada di Laut Oman dan sedang menuju Pelabuhan Nghi Son di Vietnam."
Tasnim melaporkan bahwa kapal tersebut melintasi area maritim yang tergolong sensitif, yang diawasi secara ketat akibat adanya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terkait keamanan pelayaran yang masih berlangsung. Pelayaran kapal ini menegaskan bahwa aktivitas navigasi melalui Selat Hormuz—salah satu titik penyempitan (chokepoint) paling krusial di dunia bagi pengiriman minyak global—tetap terus berjalan.[IT/r]