Ghalibaf Memperingatkan Iran Siap Memberikan 'Respons Hukuman' terhadap Serangan Apa Pun
Story Code : 1279643
Mohammad Baqir Ghalibaf in the Iranian parliament
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap untuk menanggapi dengan tegas setiap agresi terhadap Republik Islam, dan memperingatkan bahwa musuh-musuh Tehran “akan terkejut” dengan kemampuan dan pilihan respons Iran.
Dalam sebuah postingan yang diterbitkan di X pada hari Senin, Ghalibaf menyatakan bahwa Iran “siap memberikan tanggapan hukuman terhadap agresi apa pun,” dan menambahkan bahwa “strategi dan keputusan yang salah selalu menghasilkan hasil yang salah.”
“Seluruh dunia telah memahami konsekuensi dari kebijakan ini,” tulisnya, seraya menekankan bahwa Republik Islam “siap menghadapi semua pilihan.”
Dia mengakhiri pernyataannya dengan peringatan yang ditujukan kepada musuh-musuh Iran: “Mereka akan terkejut.”
Angkatan bersenjata kita siap menanggapi setiap agresi dengan pelajaran; strategi dan keputusan yang salah akan selalu menghasilkan hasil yang salah, seluruh dunia telah memahami hal ini.
Kita siap untuk semua opsi; mereka akan terkejut.
— محمدباقر قالیباف | MB Ghalibaf (@mb_ghalibaf) 11 Mei 2026
Dalam postingan lainnya, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa “tidak ada alternatif” selain mengakui hak-hak rakyat Iran berdasarkan kerangka 14 poin yang diusulkan, dan memperingatkan bahwa pendekatan lain akan mengakibatkan kegagalan berulang kali dan membebankan biaya yang lebih besar pada pembayar pajak Amerika jika negosiasi semakin lama tertunda.
Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tertuang dalam 14 poin proposal.
Pendekatan lain apa pun tidak akan meyakinkan; tidak lain hanyalah kegagalan demi kegagalan.
Semakin lama mereka berlarut-larut, semakin banyak pembayar pajak Amerika yang akan membayarnya.
— محمدباقر قالیباف | MB Ghalibaf (@mb_ghalibaf) 11 Mei 2026
AS mempertimbangkan eskalasi terhadap Iran
Pernyataan Ghalibaf disampaikan setelah *Axios* melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas fase berikutnya dari konfrontasi Washington dengan Iran, menyusul kegagalan negosiasi pada hari Minggu.
Menurut laporan tersebut, diskusi di dalam pemerintahan Trump mencakup kemungkinan dilanjutkannya kembali tindakan militer terhadap Iran serta usulan-usulan terkait uranium yang diperkaya milik Iran.
Pernyataan-pernyataan tersebut juga menyusul penolakan Washington terhadap tanggapan terbaru Iran, yang telah disampaikan melalui mediasi Pakistan sebagai bagian dari negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung antara Teheran dan Amerika Serikat.
Tehran menegaskan kembali postur penangkalan
Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa postur militer dan pertahanan negara tersebut didasarkan pada penangkalan serta pembalasan langsung terhadap setiap serangan yang menargetkan wilayah atau kedaulatan Iran.
Teheran juga telah memperingatkan agar tidak dilakukan pengerahan militer asing di dekat jalur perairan strategis, khususnya di dalam dan sekitar Selat Hormuz, dengan berpendapat bahwa keamanan regional harus tetap berada di bawah tanggung jawab negara-negara di kawasan tersebut, bukan kekuatan asing.[IT/r]