Iran Serukan BRICS Bela Hak Bangsa dari Monopoli, Sanksi, dan Paksaan
Story Code : 1280005
Dalam pertemuan persiapan di New Delhi menjelang KTT Menteri Luar Negeri BRICS, Gharibabadi menyatakan bahwa partisipasi aktif Iran dalam BRICS merupakan pilihan strategis untuk memperkuat multilateralisme sejati dan membantu membentuk tatanan yang lebih adil. Ia menegaskan bahwa menentang tindakan sepihak koersif AS dan efek ilegalnya merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelaan keadilan ekonomi dan hak bangsa untuk berkembang.
Gharibabadi menyoroti kapasitas geopolitik, energi, transit, ilmiah, dan sumber daya manusia Iran yang dapat memberikan kontribusi efektif pada agenda BRICS untuk pembangunan berimbang, keamanan ekonomi, dan konektivitas regional. Pertemuan BRICS di New Delhi terjadi ketika kelompok yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan UAE mencoba membangun posisi bersama menghadapi perang agresi AS-Israel terhadap Iran, dengan perbedaan utama dilaporkan muncul antara Iran dan UAE.
Iran sebelumnya mendesak India sebagai ketua BRICS 2026 untuk membangun konsensus yang mengecam tindakan AS dan Israel, mengingat AS meluncurkan banyak serangan dari wilayah UAE selama perang yang dimulai pada 28 Februari. Sebuah gencatan senjata rapuh sedang berlangsung, namun blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran masih berlanjut dan perundingan damai terhenti.