0
Friday 15 May 2026 - 02:13
AS vs Iran:

Pentagon Menaikkan Perkiraan Biaya Perang Iran

Story Code : 1280142
Burned-out wreckage of US aircraft, Iran
Burned-out wreckage of US aircraft, Iran
Pentagon telah menaikkan perkiraan biaya perang Iran menjadi $29 miliar, meskipun angka tersebut masih jauh di bawah proyeksi dari beberapa lembaga think tank.
 
Pada akhir April, Pelaksana Tugas Pengawas Keuangan Pentagon, Jules Hurst, mengatakan kepada anggota parlemen di Kongres bahwa perang tersebut telah menelan biaya sekitar $25 miliar bagi Washington.
 
Bersaksi dalam sidang Komite Alokasi Anggaran DPR pada hari Selasa, Hurst merevisi penilaian tersebut, dengan menyebutkan sebagian besar biaya berasal dari persediaan amunisi AS yang digunakan melawan Iran.
 
Namun, menurut jurnalis dan salah satu pendiri Security Policy Reform Institute, Stephen Semler, Washington menghabiskan sekitar $71,8 miliar hanya dalam 60 hari pertama perang.
 
Amunisi yang digunakan mencapai lebih dari $41 miliar dari total biaya, dengan biaya operasi militer dan kerusakan aset dan pangkalan regional AS menyumbang sebagian besar sisanya, tulisnya dalam sebuah artikel untuk Popular Information pekan lalu, mengutip data pengadaan militer dan pernyataan para pejabat.
 
Menurut perkiraan konservatif, perang tersebut memaksa AS untuk menghabiskan sekitar setengah dari persediaan pencegat kritisnya, seperti rudal Patriot dan THAAD, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS). Sebagai perkiraan tertinggi, AS mungkin telah menggunakan hingga 80% dari persediaan pencegat THAAD-nya, yang "merupakan yang paling penting karena persediaannya yang rendah dan kurangnya alternatif," tulis lembaga think tank tersebut pada bulan April.
 
Washington juga melebih-lebihkan kerusakan pada kemampuan rudal Iran, yang menurut Presiden AS Donald Trump sebagian besar telah hancur, tulis New York Times pada hari Selasa.
 
Iran telah mempertahankan sekitar 70% dari peluncur bergeraknya dan 70% dari persediaan rudalnya sebelum perang, serta mendapatkan kembali akses ke 90% dari fasilitas penyimpanan dan peluncuran amunisi bawah tanahnya, tulis surat kabar tersebut, mengutip perkiraan intelijen AS.
 
Iran juga telah memulihkan 30 dari 33 situs rudal pantai di sepanjang Selat Hormuz, tambahnya.
 
Koridor pelayaran utama ini telah menjadi titik fokus dari kebuntuan yang tegang antara AS dan Iran, karena Washington mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, tanpa ada pihak yang mau mengalah dalam negosiasi.[IT/r]
 
Comment