Bocoran Dokumen Ungkap Hubungan Erat Perusahaan Teknologi AS Cisco dengan Militer Israel
Story Code : 1280428
Dokumen yang dibocorkan oleh Drop Site News pada Jumat menunjukkan bahwa Cisco memiliki hubungan yang mendalam dengan rezim Israel dan memberikan dukungan kepada pasukan Tel Aviv dalam berbagai tindakan terhadap rakyat Palestina dan kawasan sekitarnya.
Perusahaan yang berbasis di Silicon Valley tersebut memproduksi perangkat keras, perangkat lunak, peralatan telekomunikasi, serta berbagai layanan teknologi tinggi yang digunakan dalam jaringan, keamanan siber, dan sistem kecerdasan buatan (AI). Cisco dilaporkan menyediakan dukungan dan infrastruktur bagi Israel dalam perang di Jalur Gaza serta menjalankan operasi di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
Dokumen yang diberikan oleh para pelapor (whistleblower) kepada Drop Site News menunjukkan adanya kerja sama yang semakin erat antara Cisco dengan militer dan komunitas intelijen Israel dalam operasi militer mereka di Gaza serta konflik regional yang lebih luas.
Perusahaan jaringan yang berkantor pusat di San Jose itu memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 270 miliar dolar AS dan pendapatan tahunan sekitar 56,7 miliar dolar AS pada 2025. Cisco memproduksi router, switch, firewall, dan platform komunikasi yang menjadi infrastruktur utama internet serta banyak jaringan korporasi, pemerintahan, dan militer di seluruh dunia.
Upaya agresif Cisco untuk memperoleh kontrak dengan rezim Israel telah memicu kesimpulan bahwa perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dari konflik yang berlangsung.
Kerja sama Cisco dengan Israel sebelumnya telah dilaporkan dalam berbagai pemberitaan publik dan pengumuman bisnis di negara tersebut. Namun, dokumen internal termasuk presentasi, catatan pembelian dan pendapatan, serta jadwal kerja sama menunjukkan daftar layanan yang terus berkembang yang diberikan langsung kepada pasukan Israel selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak 7 Oktober 2023 ketika Tel Aviv melancarkan perang di Gaza.
Laporan pembaruan dari karyawan Cisco juga menunjukkan bahwa sejak 2021, sumber-sumber Israel memperkirakan perusahaan teknologi AS itu memperoleh sekitar 40–50 juta dolar AS per tahun dari kontrak komputasi dengan militer Israel.
Laporan tersebut menyoroti adanya kesepakatan untuk menyediakan berbagai layanan kepada pasukan Israel, termasuk jaringan perusahaan dan pusat data, keamanan siber, serta dukungan jaringan rahasia.
Pada 25 Maret 2025, manajemen Cisco juga dilaporkan menginstruksikan karyawan untuk fokus pada cara “mendorong bisnis Cisco,” dengan salah satu contohnya adalah konflik yang sedang berlangsung di Asia Barat. Seorang eksekutif bahkan menambahkan bahwa topik tersebut “tidak dapat dibahas atau diperdebatkan dalam rapat perusahaan atau organisasi secara luas.” [IT/G]