0
Sunday 17 May 2026 - 11:45
Iran dan Perjuangan Palestina:

Duta Iran: ‘Menyerah Bukan Pilihan’ bagi Palestina

Story Code : 1280564
Palestinian children in the Al-Shati refugee camp in Gaza City
Palestinian children in the Al-Shati refugee camp in Gaza City
Komunitas internasional harus mengambil pendekatan yang lebih aktif terhadap penderitaan pengungsi Palestina dan pendudukan Zionis Israel atas tanah mereka, kata Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir-Saeid Iravani, pada hari Jumat (15/5).
 
Iravani menyampaikan seruan tersebut pada peringatan ke-78 Nakba, istilah yang digunakan di dunia Arab dan Muslim untuk menggambarkan pengungsian dan pengusiran lebih dari 700.000 warga Palestina selama perang Arab-Israel tahun 1948. Saat ini, sekitar enam juta warga Palestina terdaftar di badan pengungsi PBB, UNRWA, banyak di antaranya tinggal di kamp-kamp pengungsi.
 
Ada “kebutuhan mendesak untuk mobilisasi internasional guna mengatasi akar penyebab situasi ini,” kata Iravani, menyerukan perlawanan terhadap pendudukan Israel dan “kebijakan ekspansionis.”
 
Dukungan untuk Palestina “tidak boleh hanya terbatas pada ungkapan simpati,” tambahnya, seraya berpendapat bahwa dunia harus meninggalkan “pendekatan yang gagal mencapai perdamaian atau keadilan.”
 
“Menyerah bukanlah pilihan. Sejarah akan mengingat dengan baik mereka yang melawan penindasan dan membela kebebasan serta hak untuk menentukan nasib sendiri, dan akan menghakimi mereka yang, melalui keheningan atau ketidakpedulian, membuka jalan bagi ketidakadilan,” kata diplomat itu, menurut ISNA.
 
Situasi ini semakin diperburuk oleh perang Israel di Gaza, dengan PBB mengatakan bahwa sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah 2,1 juta jiwa sebelum konflik telah mengungsi.
 
Para pejabat di Israel semakin menolak seruan untuk solusi dua negara, dengan alasan bahwa pembentukan negara Palestina yang sepenuhnya merdeka akan mengancam keberadaan negara mereka.
 
“Tidak akan ada negara Palestina. Sangat sederhana: negara itu tidak akan didirikan,” kata Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu pada November 2025, menurut Times of Israel.[IT/r]
 
Comment