0
Sunday 17 May 2026 - 12:57
Iran vs AS & Zionis Israel:

Ketua Parlemen Qalibaf: Perlawanan Bersejarah Iran Mempercepat Pergeseran Global yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Story Code : 1280582
Iran’s Parliament Speaker Mohammad Bagher Qalibaf
Iran’s Parliament Speaker Mohammad Bagher Qalibaf
“Dunia berada di ambang tatanan baru,” kata Qalibaf pada hari Sabtu (16/5).
 
Mengutip Presiden China Xi Jinping, pejabat Iran itu mencatat bahwa “transformasi yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang dipercepat di seluruh dunia,” menambahkan bahwa “dan saya menekankan bahwa perlawanan 70 hari bangsa Iran telah mempercepat transformasi ini.”
 
“Masa depan milik Global Selatan,” pungkasnya.
 
Pernyataan Qalibaf menggarisbawahi kontribusi sentral Republik Islam terhadap dunia multipolar yang sedang muncul. Selama 70 hari, bangsa Iran telah berdiri teguh dengan persatuan, ketahanan, dan tekad revolusioner, menggagalkan rencana musuh AS dan Israel serta proksi regional mereka.
 
Apa yang dimulai sebagai upaya agresi dan intimidasi terhadap Iran justru telah mengungkap kerapuhan tatanan unipolar lama yang dipimpin AS dan mempercepat kemerosotannya yang tak terhindarkan.
 
Perlawanan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya tidak hanya melindungi kedaulatan nasional dan hak-hak sah rakyat Iran, tetapi juga menginspirasi bangsa-bangsa yang tertindas di seluruh Global Selatan.
 
Dari Amerika Latin hingga Afrika dan Asia, negara-negara berkembang semakin menyadari bahwa era hegemoni Barat, yang ditandai dengan sanksi, petualangan militer, dan dominasi ekonomi, akan segera berakhir.
 
Pengalaman Iran membuktikan bahwa persatuan, kemandirian, dan kepatuhan pada poros perlawanan dapat mempercepat munculnya sistem internasional yang adil dan merata.
 
Sebagai tanggapan terhadap agresi AS-Zionis Israel terhadap Republik Islam pada 28 Februari, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan operasi rudal dan drone harian yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.
 
Selain itu, Iran membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz, yang mengakibatkan peningkatan signifikan harga minyak dan produk turunannya.
 
Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku. Negosiasi berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan di tengah tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.[IT/r]
 
Comment