Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru untuk Selat Hormuz
Story Code : 1280784
Ia menekankan bahwa baik Iran maupun Oman merasa terikat kewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan transit yang aman melalui selat tersebut, karena berada di dalam perairan teritorial kedua negara. Sebuah pertemuan antara para ahli Iran dan Oman telah digelar di Muscat pekan lalu, dan kontak serta konsultasi antara kedua negara terus berlangsung tanpa henti.
Baghaei menjelaskan bahwa serangan terhadap Iran sebagai negara pantai mendorong Teheran untuk mengadopsi serangkaian tindakan berdasarkan hukum internasional untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan keamanan nasional, yang sepenuhnya sesuai dengan kewajiban hukum negara tersebut. Sementara itu, ia juga mengecam serangan Kuwait terhadap kapal patroli perbatasan Iran dan penahanan empat warga negara Iran di dekat sebuah pulau di Teluk Persia sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan prinsip bertetangga baik.
Iran mengharapkan Kuwait untuk menyiapkan jalan bagi pembebasan segera warganya, dan memperingatkan negara Arab tersebut agar tidak terjebak dalam stereotip yang dipromosikan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menghargai keamanan dan hubungan baik antarnegara tetangga. Baghaei juga menekankan bahwa Iran bertekad untuk "menyembuhkan luka" dengan negara-negara Arab di kawasan, karena perpecahan hanya akan melemahkan seluruh kawasan dan memungkinkan pihak lain, termasuk rezim Zionis, untuk mengeksploitasi situasi tersebut.