Presiden Iran: Kami Tidak Akan Tunduk, Saya Tak Pernah Akan Bersimpuh di Hadapan Kekuatan Manapun
Story Code : 1280786
Saya tidak akan pernah bersimpuh di hadapan kekuatan mana pun. Kami tidak akan mengorbankan martabat negara demi mencari kenyamanan dan keinginan duniawi kami sendiri, tetapi kami harus mengelola negara dengan hati-hati dan bijaksana," tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa musuh secara tidak adil telah membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Seyyed Ali Khamenei tanpa logika ilmiah, hukum, atau hak asasi manusia.
Pezeshkian mengingatkan bahwa mereka yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hukum internasional melihat kejahatan tersebut namun hanya berdiri dan menonton. "Mereka melakukan hal yang sama kepada semua orang. Lihatlah Gaza dan Palestina — betapa mengerikannya kekejaman yang mereka lakukan," ujarnya, menambahkan bahwa media Amerika membenarkannya dengan klaim bahwa mereka membela diri, padahal mereka menyebut genosida sebagai bela diri.
Sejak AS dan Israel memulai perang tanpa provokasi pada 28 Februari, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada aset militer AS dan Israel. Gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan pada 8 April gagal mencapai kesepakatan karena ketidakpercayaan yang mendalam terhadap kesediaan Washington untuk menghormati komitmennya. Iran telah menegaskan bahwa setiap kembali ke negosiasi gencatan senjata bergantung pada pencabutan blokade laut AS.