Laporan: Iran Mengajukan Proposal Baru 14 Poin kepada AS Melalui Pakistan untuk Mengakhiri Perang
Story Code : 1280885
The flags of Iran (L), Pakistan (C) and the United States.
Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim pada hari Senin (18/5) bahwa Pakistan akan menyampaikan proposal baru Iran kepada Washington.
Sumber tersebut mengatakan proposal tersebut berfokus pada pokok bahasan negosiasi dan langkah-langkah membangun kepercayaan oleh pihak Amerika.
Amerika baru-baru ini mengirimkan teks sebagai tanggapan terhadap proposal Iran sebelumnya, yang juga disajikan dalam 14 poin, tambah sumber tersebut.
“Sejalan dengan praktik pertukaran pesan baru-baru ini, Iran juga sekali lagi mengirimkan teksnya dalam 14 poin melalui mediator Pakistan setelah melakukan amandemen,” jelas sumber tersebut.
Pada 10 April, Iran menyerahkan tanggapannya terhadap teks yang diusulkan pihak Amerika untuk mengakhiri perang, yang kemudian ditolak oleh Donald Trump, presiden AS, yang mengatakan bahwa itu "sama sekali tidak dapat diterima."
Tehran menegaskan bahwa pada tahap saat ini, negosiasi hanya akan fokus pada pengakhiran perang di kawasan tersebut dan bahwa isu-isu lain, termasuk program nuklir, dapat dibahas kemudian.
Sementara itu, sebuah sumber Pakistan mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa Islamabad telah membagikan kepada Amerika Serikat proposal revisi dari Iran untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut.
Sumber tersebut memperingatkan bahwa Tehran dan Washington "tidak punya banyak waktu" untuk mempersempit perbedaan mereka.
Sumber tersebut tidak memberikan rincian proposal revisi Iran tetapi mencatat bahwa kedua pihak "terus mengubah target mereka."
"Kita tidak punya banyak waktu."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (17/5) bahwa meskipun pihak Amerika menolak proposal perdamaian Republik Islam sebelumnya, Tehran menerima "serangkaian poin dan pertimbangan korektif" dari mediator Pakistan.
“Seperti yang diumumkan kemarin, sudut pandang kami telah disampaikan kepada pihak Amerika sebagai balasan. Oleh karena itu, prosesnya berlanjut melalui Pakistan,” katanya.
Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang AS-Zionis Israel dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku.
Negosiasi berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan di tengah tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.
Sejak saat itu, Iran menuntut agar AS mencabut blokade ilegal yang telah diberlakukan terhadap kapal dan pelabuhan Iran agar proses diplomatik dapat dilanjutkan.
Tehran mengatakan selama blokade masih berlaku, mereka tidak berniat untuk membuka kembali Selat Hormuz.[IT/r]