0
Saturday 6 June 2026 - 04:21
Perang Iran

Laporan: Starlink Jadi Komponen Penting Operasi Militer AS–Israel terhadap Iran

Story Code : 1284147
Laporan: Starlink Jadi Komponen Penting Operasi Militer AS–Israel terhadap Iran

Menurut investigasi Reuters yang mengutip dokumen Pentagon serta wawancara dengan sejumlah sumber, jaringan satelit Starlink milik Elon Musk digunakan sebagai tulang punggung operasional bagi serangan drone militer AS selama konflik dengan Iran pada Juni 2025 dan Februari 2026.

Laporan tersebut juga menyebut teknologi yang dipasarkan sebagai infrastruktur sipil itu digunakan dalam berbagai operasi militer serta upaya yang disebut bertujuan melemahkan stabilitas politik Iran.

Berdasarkan perjanjian pada 2023, SpaceX menjual versi militer khusus bernama Starshield kepada Pentagon. Terminal ini dapat terhubung dengan satelit Starlink komersial maupun konstelasi satelit yang lebih aman yang juga disebut Starshield.

Pada awal konflik, Starlink disebut telah menjadi bagian penting dalam operasi militer AS terhadap Iran. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai sistem, mulai dari drone serangan udara hingga kapal tanpa awak yang digunakan dalam misi pengintaian dan serangan di laut.

Ketika AS melancarkan serangan, terminal Starshield digunakan dalam lebih dari selusin sistem drone militer.

Investigasi Reuters juga menyebut jaringan Starlink menyediakan siaran video secara real‑time serta panduan komando bagi amunisi loitering LUCAS yang dikembangkan dari rekayasa balik drone Shahed milik Iran.

Selain penggunaan militer resmi, ribuan terminal Starlink juga disebut diselundupkan ke Iran.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Amerika Serikat menyelundupkan sekitar 6.000 terminal Starlink ke Iran pada Januari 2026 saja. Sebagian besar pembelian hampir 7.000 terminal oleh Departemen Luar Negeri AS menggunakan dana dari program yang disebut sebagai inisiatif “kebebasan internet” untuk membantu aktivis anti‑pemerintah menghindari pemutusan internet.

Sejak 2022, diperkirakan antara 30.000 hingga 50.000 terminal Starlink telah diselundupkan ke Iran.

Laporan tersebut menyebut keterlibatan pemerintah AS dalam operasi ini bersifat langsung, dan Presiden Donald Trump dilaporkan mengetahui penyelundupan teknologi yang memiliki fungsi ganda tersebut, yang digunakan untuk mengarahkan drone serangan ke wilayah Iran.

Media Barat sebelumnya menggambarkan penyelundupan itu sebagai upaya mendukung “kebebasan internet”. Namun dokumen Pentagon yang ditinjau Reuters menunjukkan terminal yang sama juga digunakan sebagai bagian dari jaringan militer AS.

Pihak berwenang Iran dilaporkan telah menyita sejumlah terminal tersebut serta memasang perangkat pengacau sinyal di berbagai kota besar untuk mengganggu koneksi.

Kementerian Intelijen Iran juga memperingatkan bahwa terminal Starlink digunakan untuk “spionase elektronik dan sabotase”, serta menyebutnya sebagai barang yang mengancam keamanan nasional.

Pada Januari 2026 lalu, ketika kerusuhan yang disebut didukung pihak asing terjadi di Iran, laporan Wall Street Journal menyebut Amerika Serikat mempercepat pengiriman perangkat Starlink ke negara tersebut. [IT/G]
Comment