Banjir Darah di Gaza: Pengungsi Palestina Tewas dalam Serangan Udara Mengerikan
Story Code : 1284295
The site of an Israeli airstrike that targeted a tent housing forcibly displaced Palestinian families, in Gaza City
Pasukan pendudukan Zionis Israel melakukan agresi brutal di Jalur Gaza pada hari Sabtu (6/6), menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi Palestina di lingkungan al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa tujuh warga Palestina tewas, termasuk dua wanita, dan setidaknya 15 lainnya terluka, sebagian besar anak-anak, sebagai akibat dari agresi Zionis Israel.
Seorang pria Palestina tewas dalam serangan Zionis Israel di Khan Younis di Gaza selatan pada Sabtu (6/6) pagi, hanya beberapa jam sebelum ia akan merayakan pernikahannya, menurut sumber medis dan lokal Palestina.
Beberapa Jam Sebelum Pernikahannya, Pengantin Pria Gaza Tewas dalam Serangan Zionis Israel di Tenda
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa Muhannad Othman Farwana gugur ketika pasukan pendudukan Zionis Israel menargetkan sebuah tenda di kota tersebut. Serangan itu terjadi sesaat sebelum upacara pernikahannya yang dijadwalkan.
Sumber lokal mengatakan Khan Younis menjadi sasaran serangkaian serangan saat fajar, termasuk serangan oleh drone quadcopter Zionis Israel, tembakan tank, penembakan artileri, dan penggunaan bom asap.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah pelanggaran Israel yang terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza meskipun gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober tahun lalu. Sumber-sumber Palestina mengatakan pasukan Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari di seluruh wilayah tersebut.
Jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa rumah sakit di seluruh Jalur Gaza menerima lima korban tewas dan 49 orang terluka selama 48 jam. Jumlah korban tewas termasuk dua warga Palestina yang tewas dalam serangan baru, satu orang yang meninggal karena luka-luka sebelumnya, dan satu jenazah yang ditemukan dari bawah reruntuhan.
Kementerian menambahkan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan yang tidak dapat diakses oleh tim penyelamat, sementara tim ambulans dan pertahanan sipil terus menghadapi kesulitan untuk menjangkau mereka.
Menurut Kementerian, serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku telah menewaskan 951 warga Palestina dan melukai 2.984 lainnya, sementara 782 jenazah telah ditemukan dari daerah yang hancur.
Dalam konteks ini, Kementerian mencatat bahwa jumlah korban kumulatif dari genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 72.961 martir dan 173.092 luka-luka.
Krisis kemanusiaan semakin dalam
Para pejabat Palestina juga menuduh otoritas pendudukan Israel gagal memenuhi komitmen di bawah fase pertama perjanjian gencatan senjata, khususnya mengenai pembukaan kembali penyeberangan Rafah dan fasilitasi bantuan kemanusiaan dan pasokan penting ke Gaza.
Pembatasan yang terus berlanjut semakin memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah tersebut setelah dua tahun genosida Zionis Israel di Gaza.[IT/r]