Jaringan Berita Al Arabiya melaporkan, mengutip seorang pejabat Irak, bahwa pemerintah Baghdad bermaksud untuk sepenuhnya mengusir teroris separatis anti-Iran dalam koordinasi dengan pejabat Kurdistan Irak.
Hal ini meskipun Irak telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak akan mengizinkan serangan atau agresi apa pun dari wilayahnya terhadap Republik Islam Iran.
Ali Bagheri, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara kita, baru-baru ini menyerukan kepada para pejabat Irak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kelompok teroris menembus perbatasan kedua negara menyusul peningkatan konflik militer di kawasan tersebut.
Dalam percakapan dengan Qassem Al-Araji, Penasihat Keamanan Nasional Irak, Bagheri menyerukan kepada pejabat Irak ini untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penetrasi teroris berdasarkan perjanjian keamanan yang ditandatangani antara Baghdad dan Tehran.
Al-Araji juga mengatakan bahwa Irak akan melanjutkan upaya diplomatiknya dengan berbagai pihak untuk mengatasi krisis, menghentikan ketegangan, dan kembali ke jalur dialog.
Ia juga mengumumkan bahwa sejumlah besar pasukan Peshmerga Kurdi telah dikirim ke jalur perbatasan untuk memiliki kendali yang lebih besar atas bagian perbatasan dari sisi Erbil.
Reuters sebelumnya melaporkan, mengutip sumbernya, bahwa teroris anti-Iran telah berkonsultasi dengan pejabat Amerika tentang kemungkinan serangan terhadap pasukan keamanan Iran.[IT/r]