0
Monday 8 June 2026 - 01:39
Iran vs Terorisme:

Iran Menggagalkan Rencana Teroris di Perbatasan, Menyita Gudang Senjata

Story Code : 1284457
Policemen stand guard in Tehran Iran
Policemen stand guard in Tehran Iran
Pasukan keamanan Iran menggagalkan upaya infiltrasi oleh kelompok teroris di sepanjang perbatasan timur negara itu di wilayah Saravan di Provinsi Sistan dan Baluchestan, menurut Kantor Berita Fars Iran pada hari Minggu (7/6).
 
Kantor berita tersebut melaporkan bahwa personel keamanan terlibat baku tembak dengan para penyusup, menewaskan empat anggota kelompok tersebut.
 
Pihak berwenang juga menyita gudang senjata, amunisi, dan peralatan militer yang telah dimiliki oleh para militan setelah operasi tersebut.
 
Penjaga perbatasan Iran menewaskan 6 teroris di Sistan dan Baluchestan
Kemarin, otoritas perbatasan Iran mengatakan mereka telah menggagalkan upaya infiltrasi oleh kelompok bersenjata di dekat perbatasan timur di daerah Zabol di provinsi Sistan dan Baluchestan, Komandan Penjaga Perbatasan Iran, Brigadir Jenderal. Jenderal Ali Akbar Javdan mengumumkan hal tersebut.
 
Menurut Brigadir Jenderal Javdan, enam anggota kelompok tersebut tewas dalam serangan yang terjadi pada Jumat (5/6) malam setelah mereka terdeteksi saat mencoba menyeberang ke wilayah Iran.
 
Komandan tersebut mengatakan senjata juga disita selama operasi yang dilakukan sebagai tindakan keamanan preventif setelah unit pengawasan mengidentifikasi kelompok tersebut sebelum masuk.
 
Pejabat perbatasan Iran mengatakan insiden serupa telah meningkat dalam beberapa periode terakhir, yang melibatkan kelompok bersenjata yang beroperasi di dekat wilayah perbatasan.
IRGC menyita peralatan sabotase yang ditujukan untuk kelompok separatis
 
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan Rabu lalu penyitaan pengiriman peralatan sabotase kelas militer yang ditujukan untuk kelompok separatis yang ditetapkan sebagai teroris, yang dicegat di sebuah desa perbatasan di Iran.
 
IRGC mengatakan pengiriman tersebut milik jaringan besar yang bertanggung jawab untuk mentransfer pasokan militer ke kelompok-kelompok tersebut, yang telah merencanakan untuk menyelundupkan peralatan tersebut ke negara itu untuk melakukan operasi sabotase di bawah koordinasi dan bimbingan badan intelijen yang terkait dengan "kekuatan hegemonik global."
 
Barang-barang yang disita termasuk kamera, peralatan penglihatan malam, pemancar, radio, komputer pengawasan khusus, kamera yang dirancang untuk peluncur RPG, peralatan komunikasi, dan perangkat optik kelas militer lainnya.
 
IRGC berjanji untuk mencegah setiap rencana atau operasi teroris yang menargetkan keamanan nasional Iran.
 
Operasi lintas batas terhadap kelompok separatis
Pencegatan ini merupakan bagian dari kampanye Iran yang lebih luas terhadap kelompok separatis yang beroperasi di sepanjang perbatasannya.
 
Pada 3 Juni, IRGC meluncurkan serangan rudal yang menargetkan markas besar gerakan separatis Komala di provinsi Erbil, Irak. Dua rudal menghantam posisi kelompok tersebut di daerah Lembah Alana, dilaporkan menyebabkan kerusakan material pada fasilitas tetapi tidak mengakibatkan korban jiwa, menurut seorang pejabat senior Komala.
 
Komala telah lama beroperasi di daerah perbatasan antara Irak dan Iran. Tehran menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris karena aktivitasnya yang menentang keamanan nasional Iran dan penargetannya terhadap warga sipil selama periode kerusuhan.
 
Selain operasi lintas batas, dinas intelijen Iran secara aktif berupaya membongkar jaringan agen yang terkait dengan Mossad Zionis Israel yang beroperasi di dalam negeri, sebagai bagian dari upaya keamanan internal yang paralel.[IT/r]
 
Comment