Ketua Parlemen Iran: Kami Akan Jalankan Perang dan Diplomasi Secara Bersamaan untuk Bela Hak Rakyat
Story Code : 1284754
Dalam pesan audio yang dirilis pada Senin (8/6), Qalibaf mengatakan Iran siap segera melanjutkan operasi militer untuk merespons pelanggaran AS dan Israel terhadap gencatan senjata yang diumumkan pada awal April.
"Jika kita memandang diplomasi hanya sebagai negosiasi tertutup dan senyuman diplomatik, kita akan gagal sejak awal. Dan jika kita hanya mengandalkan operasi militer dan perang, kita tidak dapat sepenuhnya membela hak-hak kita," tegasnya. Qalibaf menegaskan bahwa situasi di Lebanon adalah contoh bagaimana diplomasi di samping aksi militer dapat mendorong mundur agresor.
Qalibaf yang memimpin negosiasi tidak langsung Iran dengan AS menjelaskan bahwa eskalasi terbaru dalam konfrontasi dengan AS dan rezim Israel disebabkan oleh kelanjutan blokade laut AS terhadap perdagangan maritim Iran dan serangan Israel ke Lebanon. "Blokade laut Amerika terhadap bangsa Iran dan pelanggaran kesepakatan tentang Lebanon adalah pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata," ujarnya, seraya menambahkan bahwa respons tegas dalam membela hak bangsa Iran adalah hal yang wajar.
Ia menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki kepercayaan kepada AS dalam berdiplomasi, dan tujuannya adalah mengakhiri perang serta membangun keamanan yang langgeng, bukan menormalisasi hubungan dengan Amerika Serikat. Qalibaf juga menjelaskan bahwa ranah militer berfungsi sebagai "mesin pendorong pembangunan kekuatan" untuk mencegah musuh melancarkan agresi, sementara ranah diplomatik harus mengubah kekuatan itu menjadi pencapaian nyata, legal, dan ekonomi.