Iran Peringatkan Dewan Gubernur IAEA agar Tidak Mengeluarkan Resolusi Anti‑Teheran, Tekanan Dinilai Merusak Diplomasi
Story Code : 1284762
“Dewan harus berhati‑hati dalam menentukan langkah ke depan. Pemaksaan dan konfrontasi tidak akan menghasilkan kerja sama, justru merusak prospek solusi diplomatik,” tulis misi Iran dalam pesan yang dipublikasikan di akun X pada Senin, bersamaan dengan dimulainya pertemuan triwulanan IAEA dan di tengah laporan bahwa Amerika Serikat melobi untuk mendorong resolusi anti‑Iran.
Pesan tersebut juga menyatakan harapan bahwa “pertemuan Dewan Gubernur IAEA bulan Juni – yang dimulai hari ini – akan membahas isu‑isu penting.”
Misi Iran menegaskan bahwa pengeboman fasilitas Iran oleh Amerika Serikat dan Israel merupakan penyebab utama perbedaan antara Iran dan IAEA.
“Situasi saat ini terkait kerja sama nuklir Iran dengan #IAEA merupakan konsekuensi langsung dari 17 gelombang serangan bersenjata ilegal oleh rezim AS‑Israel terhadap fasilitas nuklir damai Iran yang berada di bawah pengamanan serta ancaman serius yang terus berlangsung,” tulis pernyataan tersebut.
Menyebut sikap IAEA terhadap agresi terhadap fasilitas Iran sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi dalam sejarah IAEA,” misi Iran di Wina menegaskan bahwa “tanggung jawab atas tindakan yang melanggar hukum internasional berada pada pelakunya dan tidak dapat dialihkan kepada korban.”
“Dewan tidak boleh dijadikan alat untuk membebaskan para pelaku serangan tersebut dari tanggung jawabnya,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang berkonsultasi dengan anggota Dewan Gubernur IAEA lainnya untuk mendukung resolusi anti‑Iran yang, menurut Reuters, akan meminta Iran memberikan informasi rinci kepada badan tersebut mengenai audit material nuklir dan fasilitas yang berada di bawah pengamanan.
Berdasarkan undang‑undang parlemen, Iran menangguhkan kerja samanya dengan IAEA setelah serangan terhadap fasilitas nuklir selama perang 12 hari yang dipaksakan oleh Israel pada Juni tahun lalu. Iran berulang kali mengecam IAEA karena gagal, dalam kerangka tanggung jawab statuterinya, mengutuk dan mengambil tindakan terhadap serangan ilegal AS‑Israel. [IT/G]