Komandan Quds IRGC: Sabuk Keamanan Poros Perlawanan dari Hormuz hingga Bab el‑Mandeb Akan Menekan Agresi Israel
Story Code : 1284763
Jenderal Qaani memuji operasi yang dilakukan oleh Yaman dan menyebutnya sebagai bukti meningkatnya koordinasi dan kekuatan Front Perlawanan dalam menghadapi provokasi Israel dan Amerika Serikat.
“Dari Selat Hormuz hingga Bab el‑Mandeb dan dari Teluk Persia hingga Laut Merah, sabuk keamanan baru Poros Perlawanan akan dibentuk,” kata komandan Pasukan Quds dalam pernyataan yang dirilis Senin.
“Tindakan tepat waktu dan kuat dari Yaman yang heroik adalah tanda kebijaksanaan Front Perlawanan. Jika diperlukan, pihak lain juga akan bergabung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa “ulah rezim Zionis dan Amerika di kawasan ini akan dihadapi dengan reaksi dari Front Perlawanan yang bersatu.”
“Para pejuang tanpa batas sedang mengawasi titik‑titik strategis kalian. Jika kalian terus melanjutkan agresi, mereka akan mencekik kalian,” kata Qaani.
Pernyataan tersebut muncul ketika Poros Perlawanan menunjukkan tingkat persatuan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi serangan Israel terhadap Gaza, Lebanon, dan Republik Islam Iran, yang disebut mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.
Peringatan Qaani menunjukkan bahwa setiap agresi baru Israel atau Amerika Serikat di jalur perairan strategis Asia Barat dapat memicu respons cepat dan terkoordinasi dari pasukan perlawanan di berbagai front.
Gerakan perlawanan Ansarullah Yaman sebelumnya telah menunjukkan kemampuannya dengan menargetkan kapal‑kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Bab el‑Mandeb.
Pada Senin pagi, angkatan bersenjata Yaman meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Palestina yang diduduki, yang memaksa rezim Israel menghentikan seluruh penerbangan di Bandara Internasional Ben Gurion serta mengaktifkan sirene serangan udara di Tel Aviv dan wilayah Palestina tengah dan selatan yang diduduki.
Menurut militer Israel, sebuah rudal ditembakkan dari Yaman menuju wilayah tengah wilayah pendudukan.
Otoritas penerbangan Israel terpaksa menangguhkan seluruh penerbangan kedatangan dan keberangkatan di Bandara Ben Gurion sebagai dampak langsung dari peluncuran rudal tersebut, yang menyebabkan gangguan besar terhadap lalu lintas udara.
Gerakan Ansarullah Yaman berulang kali menunjukkan kemampuan militernya. Juru bicara militernya, Yahya Saree, dalam operasi serupa menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari “jihad suci” yang berkelanjutan untuk mendukung rakyat Palestina, Lebanon, dan Iran dalam menghadapi agresi AS‑Israel. [IT/G]