Utusan Iran di Jerman: Sejumlah "Aktivis HAM" Turut Bertanggung Jawab atas Pembantaian AS di Minab
Story Code : 1284765
Dalam sebuah pesan pada Selasa, Majid Nili Ahmadabadi mengenang para syuhada akibat pengeboman AS terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di kota Minab. Ia mengatakan bahwa 100 hari telah berlalu sejak serangan rudal paling berdarah terhadap sebuah sekolah dalam sejarah modern, sebuah kejahatan yang menewaskan 168 siswa dan staf sekolah yang tidak melakukan kesalahan apa pun selain membawa buku, pensil, dan pemikiran mereka.
Ia juga mengecam terus berlanjutnya sikap tidak bertindak dari pihak‑pihak yang mengklaim diri sebagai pembela dan pendukung hak asasi manusia. Menurutnya, melalui sikap diam, pembenaran, dan keraguan mereka dalam mengecam kejahatan perang tersebut, mereka pada hakikatnya telah berdiri di pihak para pelaku kejahatan.
Utusan Iran tersebut menambahkan bahwa rasa malu tidak hanya akan menimpa para pelaku pertumpahan darah itu, tetapi sejarah juga tidak akan melupakan mereka yang “secara pengecut berlindung dalam keheningan alih‑alih berdiri bersama para korban.”
Pada hari pertama perang agresi AS‑Israel terhadap Iran pada 28 Februari, rudal Tomahawk Amerika menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, menewaskan sebagian besar siswa dan staf pengajar di sekolah tersebut.
Serangan AS itu serta pemandangan yang memilukan memicu gelombang duka dan kemarahan publik di Iran dan berbagai tempat lain. Republik Islam Iran menyebutnya sebagai contoh nyata kejahatan perang, pelanggaran hukum internasional, dan serangan langsung terhadap warga sipil.
Meskipun besarnya tragedi tersebut mengejutkan banyak pihak, pemerintah‑pemerintah Barat sejauh ini tidak secara tegas mengecam pelaku serangan dan tetap memilih diam terhadap tragedi itu. [IT/G]