Hamas Mengajukan Tanggapan Terpadu terhadap Peta Jalan Gaza Setelah Pembicaraan di Kairo
Story Code : 1285932
The rubble of a building destroyed in an Israeli airstrike at Khan Younis, in the southern Gaza Strip
Hamas mengumumkan pada hari Sabtu(14/6) bahwa mereka telah mengajukan tanggapan resmi faksi-faksi Palestina terhadap "peta jalan" yang diterima dari utusan internasional Nickolay Mladenov pada 19 April.
Perkembangan ini menandai langkah signifikan dalam upaya berkelanjutan untuk mengatasi agresi Israel terhadap Jalur Gaza dan memajukan implementasi fase kedua dari rencana Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan resmi, Hamas mengkonfirmasi bahwa konsultasi intensif telah berlangsung selama seminggu terakhir di Kairo, dengan partisipasi faksi-faksi Palestina dan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.
Diskusi selama seminggu tersebut menghasilkan perumusan posisi nasional yang terpadu, yang kini telah secara resmi disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Hamas menekankan bahwa faksi-faksi tersebut telah terlibat dengan peta jalan tersebut "secara bertanggung jawab dan positif."
Peta jalan yang dimaksud terdiri dari 15 klausul dan dipresentasikan oleh mediator internasional sebagai kerangka kerja untuk mengakhiri agresi Zionis Israel di Gaza. Sumber-sumber kepemimpinan senior di Hamas sebelumnya telah mengkonfirmasi kepada Al Mayadeen bahwa kelompok tersebut telah menyerahkan tanggapan awalnya pada Rabu lalu.
Pengumuman pada hari Sabtu menunjukkan bahwa setelah dialog lebih lanjut di antara semua faksi Palestina, posisi yang terkonsolidasi kini telah tercapai dan disampaikan.
Faksi-faksi menuntut penyelesaian fase pertama dan penarikan penuh Zionis Israel
Hamas menekankan perlunya implementasi penuh semua ketentuan fase pertama perjanjian, khususnya yang berkaitan dengan protokol kemanusiaan dan penghentian operasi militer di Jalur Gaza.
Gerakan Perlawanan menegaskan bahwa tidak ada kemajuan pada fase selanjutnya yang dapat berjalan tanpa kepatuhan "Israel" terhadap komitmen awalnya berdasarkan kesepakatan tersebut. Kekhawatiran kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama tuntutan faksi-faksi tersebut karena korban jiwa dan pengungsi terus meningkat.
Faksi-faksi Palestina juga bersikeras untuk mematuhi secara ketat klausul-klausul peta jalan yang berkaitan dengan masuknya komite administratif ke Gaza, penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut, dan dimulainya proses rekonstruksi.
Ketiga kondisi ini dianggap tidak dapat dinegosiasikan oleh faksi-faksi tersebut, yang memandangnya sebagai hal penting untuk memulihkan segala bentuk normalitas dan pemerintahan di wilayah yang dilanda perang tersebut. Upaya rekonstruksi, khususnya, telah berulang kali tertunda oleh permusuhan yang berkelanjutan dan pembatasan akses.
Lebih lanjut, faksi-faksi tersebut telah menyetujui proses bertahap untuk menginventarisasi dan menyimpan senjata berat serta menetralkan infrastruktur militer. Menurut dokumen yang diperoleh Al Mayadeen, proses ini akan mengikuti jadwal yang disepakati yang akan ditetapkan setelah penarikan penuh Israel dari Gaza. Ketentuan ini merupakan konsesi signifikan dari kelompok-kelompok bersenjata, yang menandakan kesediaan untuk melakukan demiliterisasi secara bertahap setelah pasukan Israel sepenuhnya meninggalkan wilayah tersebut.
Pertemuan akan diadakan di Kairo untuk menindaklanjuti implementasi
Hamas mengklarifikasi bahwa delegasinya akan terus mengadakan pertemuan di Kairo dengan para mediator dan faksi-faksi Palestina dalam waktu dekat. Pembicaraan yang sedang berlangsung bertujuan untuk menindaklanjuti implementasi pemahaman dan ketentuan yang pada akhirnya disepakati oleh semua pihak.
Upaya diplomatik saat ini dilakukan setelah Hamas mengumumkan pada akhir Mei bahwa mereka sedang melakukan komunikasi intensif dan pertemuan mendalam dengan berbagai pihak terkait.
Kelompok tersebut menyatakan pada saat itu bahwa tujuannya adalah untuk mengakhiri eskalasi Zionis Israel di Jalur Gaza dan memastikan implementasi ketentuan perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera. Pengumuman itu membuka jalan bagi konsultasi di Kairo yang kini telah menghasilkan tanggapan Palestina yang bersatu.[IT/r]