Israel Terus Melakukan Serangan di Lebanon Selatan, Secara Terbuka Menentang Kesepakatan Iran-AS
Story Code : 1286049
Menurut sejumlah media Lebanon, pesawat tempur Israel melakukan dua serangan udara pada dini hari Senin yang menargetkan kota Majdal Zoun. Serangan drone juga menghantam sejumlah wilayah di kota Kfar Tebnit.
Namun, belum ada laporan langsung mengenai kemungkinan korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Agresi udara tersebut disertai dengan pengeboman artileri yang intens dan terus berlangsung di kota Nabatieh serta kota-kota Kfar Remman, Nabatieh al-Fawqa, dan Kfar Tebnit.
Laporan tambahan juga menyebutkan adanya serangan lanjutan oleh pasukan pendudukan di kota Khiam dan Markaba di Lebanon selatan, serta serangan drone terhadap kota Haris di distrik Bint Jbeil, wilayah Kegubernuran Nabatieh.
Hezbollah terus menghadapi pendudukan Israel dan merespons agresi yang terus berlangsung terhadap Lebanon dan rakyatnya.
Dalam perkembangan terkait, Pertahanan Sipil Otoritas Kesehatan Islam Lebanon mengimbau warga agar tidak kembali ke desa mereka sampai pengumuman gencatan senjata dan penerapannya oleh otoritas terkait benar-benar dikonfirmasi.
Lembaga tersebut juga mendesak warga untuk mematuhi sejumlah pedoman penting, terutama tidak kembali ke desa pada malam hari dan menunggu hingga pagi, serta memastikan terlebih dahulu keamanan wilayah dan jalur menuju kota serta lingkungan yang terdampak.
Teheran dan Washington pada Minggu merampungkan teks memorandum of understanding (MoU) yang bertujuan mengakhiri perang, menurut Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC).
Kesepakatan itu diharapkan membawa penghentian perang secara langsung dan permanen di semua front, termasuk Lebanon, serta mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran. Perjanjian tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni.
Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa perundingan mengenai perjanjian final yang mencakup program nuklir Iran, pencabutan semua sanksi, dan penghentian resolusi PBB akan dimulai hanya setelah pihak lain melaksanakan komitmennya, termasuk pembebasan aset Iran.
Gharibabadi mengatakan komitmen Iran sangat minimal dibandingkan dengan pencapaiannya dan menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara itu tetap sepenuhnya siap menghadapi segala ancaman. [IT/G]