0
Monday 15 June 2026 - 18:31
Palestina

Fotografer dari Gaza memenangkan Golden Pen of Freedom Award

Story Code : 1286095
Fotografer dari Gaza memenangkan Golden Pen of Freedom Award
Penghargaan internasional bergengsi ini diberikan sebagai pengakuan kepada mereka yang mendokumentasikan genosida Israel yang sedang berlangsung, dengan mempertaruhkan nyawa untuk menyampaikan kebenaran kepada dunia di tengah upaya sistematis Israel menghalangi akses jurnalis asing.

Upacara penyerahan penghargaan berlangsung di kota pesisir Marseille di selatan Prancis pada 1 Juni, bertepatan dengan Kongres Media Berita Dunia ke-77.

Para jurnalis Palestina mewakili rekan-rekan mereka yang bekerja di lapangan, dengan fotografer Mohammed Salem (Reuters), Fatima Shbair (Associated Press), dan Mohammed al-Baba (Agence France-Presse) dipilih untuk menerima penghargaan atas nama para jurnalis lainnya.

Baba, yang menghabiskan tujuh bulan mendokumentasikan kekejaman Israel di Gaza sebelum meninggalkan wilayah tersebut, menekankan bahwa penghargaan ini memiliki nilai kemanusiaan dan profesional yang sangat penting.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk fotografer yang masih hidup; ini mencakup semua orang, termasuk para jurnalis yang telah gugur, yang terluka, yang ditahan, yang hilang, dan mereka yang masih berada di Gaza, yang berada di garis depan,” kata Baba.

Ia juga menjelaskan dampak historis dari karya visual mereka terhadap opini publik global.

“Tanpa foto dan video, perubahan di dunia tidak akan terjadi; karya-karya ini memainkan peran penting dalam mengubah perspektif global dan cara pandang jurnalistik,” katanya.

Penghargaan ini diberikan pada saat Asosiasi Dunia tersebut menggambarkan jurnalis Gaza sebagai “korban konflik sekaligus pencatat perang yang meletus di sekitar mereka.”

Laporan dari Reporters Without Borders menyoroti dampak besar terhadap komunitas jurnalis Palestina, dengan lebih dari 260 jurnalis tewas akibat tembakan tentara pendudukan Israel sejak dimulainya perang genosida pada Oktober 2023. [IT/G]
Comment