Iran Akan Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Bahkan Selama Implementasi Kesepakatan AS
Story Code : 1286232
A projectile streaks through the sky over central Occupied Palestine during an Iranian missile attack
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa Iran akan terus memperluas kemampuan militernya bahkan saat memorandum kesepahaman dengan Amerika Serikat sedang dilaksanakan, menambahkan bahwa Teheran siap memaksa Washington untuk mematuhi komitmennya dan akan segera kembali berperang jika perjanjian tersebut dilanggar.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh kantor berita Fars, Akraminia mengatakan: "Bahkan selama implementasi perjanjian, kami akan terus memperkuat kemampuan pertahanan kami." Ia memperingatkan bahwa setiap pelanggaran memorandum oleh pihak Amerika akan mendorong Iran untuk segera melanjutkan aksi militer.
Juru bicara tersebut menekankan bahwa Iran akan menjaga angkatan bersenjatanya dalam keadaan siaga tinggi untuk "memaksa musuh untuk melaksanakan klausul perjanjian." Ia menambahkan: "Kami akan mendukung setiap pemahaman atau kesepakatan yang menjamin kepentingan rakyat Iran, tetapi kami percaya bahwa musuh membutuhkan paksaan untuk memenuhi kewajibannya."
Kesepakatan akan ditandatangani di Swiss pada 19 JuniMemorandum antara Iran dan Amerika Serikat diselesaikan semalam dan dijadwalkan untuk penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni.
Menurut pejabat Iran, perjanjian tersebut mengatur penghentian operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.
Memorandum tersebut, yang isinya dirinci oleh Kantor Berita Tasnim Iran, mencakup ketentuan untuk penarikan pasukan tempur AS dari daerah sekitar Iran dalam waktu 30 hari, pembekuan sanksi baru Amerika selama periode negosiasi, dan penangguhan seluruh perjanjian jika terjadi agresi atau pembunuhan yang menargetkan Iran, front Perlawanan, atau Lebanon.
Sikap Iran: Ketidakpercayaan terhadap Washington tetap ada
Pernyataan Akraminia mencerminkan kurangnya kepercayaan Tehran yang terus berlanjut terhadap Washington, mengingat pola Amerika Serikat yang meninggalkan perjanjian. memberlakukan kembali sanksi, dan melakukan tindakan agresi yang terang-terangan bahkan setelah terobosan diplomatik.
Para pejabat Iran secara konsisten menyatakan bahwa mereka akan menilai Amerika Serikat berdasarkan tindakannya, bukan kata-katanya, dan bahwa kesiapan militer Iran tidak akan berkurang terlepas dari kemajuan diplomatik apa pun.
Peringatan juru bicara militer tersebut menggarisbawahi pilar utama doktrin strategis Iran: keterlibatan diplomatik tidak berarti pelucutan senjata, dan kemampuan pertahanan negara akan terus dikembangkan sebagai jaminan terhadap potensi agresi AS atau Zionis Israel.[IT/r]