Iran Masuk 14 Besar Dunia dalam Penciptaan Pengetahuan Kecerdasan Buatan (AI)
Story Code : 1286264
“Peringkat ilmiah Iran dalam penciptaan pengetahuan AI menempatkan negara ini di antara 12 hingga 14 negara teratas dunia,” kata Hossein Afshin dalam konferensi pers pada Senin.
Afshin mencatat bahwa keterbatasan infrastruktur komputasi selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam mengubah kemampuan ilmiah menjadi produk dan layanan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa investasi pemerintah baru-baru ini telah secara signifikan memperkuat infrastruktur AI negara tersebut dan membantu mengatasi tantangan tersebut.
“Investasi besar dilakukan untuk memperluas kapasitas pemrosesan negara, yang menjadi fondasi bagi infrastruktur AI yang lebih kuat,” ujarnya.
Menurut wakil presiden tersebut, pengembangan platform AI nasional dan peningkatan sumber daya komputasi telah memperbaiki posisi Iran dalam indikator penerapan AI serta memungkinkan puluhan perusahaan teknologi memperluas aktivitas mereka di bidang tersebut.
Afshin menambahkan bahwa posisi ilmiah Iran dalam AI mencerminkan bertahun-tahun pencapaian penelitian yang kini mulai diterjemahkan menjadi aplikasi praktis.
Ia juga menyebut mikroelektronika sebagai prioritas strategis, menekankan perannya sebagai pendorong utama teknologi mulai dari kecerdasan buatan dan sistem pintar hingga industri otomotif dan peralatan rumah tangga.
“Teknologi maju saat ini sangat bergantung pada mikroelektronika, sehingga pengembangannya menjadi kebutuhan strategis,” kata Afshin.
Afshin menegaskan bahwa dalam bidang strategis dan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, teknologi kuantum, mikroelektronika, dan keamanan siber, pemerintah berperan sebagai pengarah dengan menciptakan pasar dan memberikan dukungan inovasi yang terarah.
“Kebijakan ini bertujuan menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi teknologi strategis serta menjembatani kesenjangan antara kebutuhan negara dan kemampuan teknologi perusahaan berbasis pengetahuan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika data terbaru dari Islamic World Science Citation and Monitoring Institute (ISC) menunjukkan bahwa Iran telah menjadi produsen utama riset ilmiah mikroelektronika di antara negara-negara Islam.
Negara tersebut menempati peringkat pertama di antara 57 negara anggota dalam sebagian besar disiplin utama mikroelektronika dan juga telah naik ke kelompok atas produsen ilmiah global di bidang tersebut, menegaskan ambisi Teheran untuk memperkuat posisinya dalam teknologi mutakhir. [IT/G]