Survei: Mayoritas Pemilih AS Sebut Perang Trump Melawan Iran Tak Sebanding dengan Biayanya
Story Code : 1290468
Jajak pendapat nasional yang dilakukan minggu lalu oleh Focaldata menemukan bahwa 58 persen pemilih terdaftar menyatakan bahwa perang tersebut tidak sebanding dengan biayanya.
Lebih lanjut, 44 persen pemilih mengatakan konflik tersebut telah meninggalkan AS dalam posisi yang lebih lemah di hadapan Iran, dibandingkan dengan hanya 31 persen yang menyebut konflik itu memperkuat posisi Washington.
Gedung Putih sendiri telah meminta persetujuan Kongres untuk anggaran belanja federal baru sebesar $67 miliar guna menutup biaya perang sejauh ini.
Jajak pendapat FT juga menemukan bahwa para pemilih sebagian besar bersikap skeptis terhadap apa yang disebut sebagai nota kesepahaman (MoU) antara Washington dan Teheran.
Sekitar dua pertiga pemilih (66 persen) mengatakan kesepakatan tersebut hanya akan membawa sedikit atau bahkan tidak ada perbedaan bagi perdamaian dan stabilitas di Asia Barat, atau justru akan meningkatkan instabilitas dan membuat konflik lebih mungkin terjadi.
Hanya satu dari lima pemilih yang percaya bahwa kesepakatan tersebut akan mengarah pada perdamaian.
Survei ini juga menyoroti bagaimana perang—yang telah mendorong harga bensin dan barang konsumsi lainnya melonjak tajam tahun ini—terus menyeret turun tingkat kepuasan terhadap Trump.
Hanya 36 persen pemilih yang menyetujui kinerja Trump sebagai presiden, mengalami penurunan dua poin dari bulan sebelumnya.
Di kalangan pemilih independen, penurunan terjadi lebih tajam dengan tingkat persetujuan hanya mencapai 21 persen, alias merosot delapan poin.
Menjelang KTT NATO minggu ini di Ankara, jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 53 persen pemilih berpendapat AS harus tetap menjadi anggota aliansi tersebut, dibandingkan dengan 23 persen yang menyatakan AS harus keluar.
Trump sendiri selama bertahun-tahun telah mengancam akan keluar dari NATO, menyebut aliansi itu sebagai "macan kertas" dan mengkritik sekutu Eropa karena menolak bergabung dalam perang AS melawan Iran.
Melihat ke depan menuju pemilihan paruh waktu bulan November, jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat berada di posisi yang lebih kuat.
Para responden memberikan keunggulan enam poin bagi Demokrat (44 persen banding 38 persen) ketika ditanya kandidat partai mana yang akan mereka dukung untuk Kongres.
Meski begitu, Partai Republik menunjukkan antusiasme pemilih yang lebih tinggi. Tiga perempat responden yang mengidentifikasi diri sebagai Republikan menilai kemungkinan mereka untuk memilih pada November nanti berada di angka delapan atau lebih tinggi dalam skala satu sampai sepuluh, dibandingkan dengan 69 persen untuk Demokrat dan 56 persen untuk pemilih independen. [IT/G]