0
Monday 6 July 2026 - 14:43
Prosesi Pemakaman Imam Khamenei:

Lautan Kemanusiaan Menelan Teheran Saat Jutaan Orang Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Pemimpin yang Syuhada

Story Code : 1290490
Millions of mourners from across Iran and beyond converged on Tehran’s Imam Khomeini Grand Mosalla
Millions of mourners from across Iran and beyond converged on Tehran’s Imam Khomeini Grand Mosalla
Jutaan pelayat berkumpul di Tehran pada pagi hari untuk berdoa pemakaman Pemimpin yang syahid, Imam Khamenei.pic.twitter.com/uVRtAB4S17
— Kantor Berita Tasnim (@Tasnimnews_EN) 5 Juli 2026
 
Ayatollah Jafar Sobhani memimpin salat khusyuk di hadapan lautan pelayat yang jumlahnya jauh melampaui kapasitas masjid, dengan semua pintu masuk ke kompleks ditutup beberapa jam sebelum kebaktian karena ruang salat sudah terisi penuh.
 
Rekaman udara, yang dirilis untuk pertama kalinya, memperlihatkan kerumunan massa dan salat jenazah yang dilakukan di atas jenazah Pemimpin Revolusi Islam yang syahid, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dan keluarganya.pic.twitter.com/Oz5fFmlxsi
— Kantor Berita IRNA ☫ (@IrnaEnglish) 5 Juli 2026
 
Upacara pemakaman yang dimulai Sabtu dini hari itu dilakukan dalam tiga tahap. Doa pertama dipanjatkan untuk Pemimpin yang syahid itu sendiri, dilanjutkan dengan kebaktian kedua untuk Martir Sayyidah Boshra Hosseini Khamenei, Martir Misbah al-Hoda Baqeri, dan Martir Zahra Haddad Adel. Tahap ketiga dan terakhir didedikasikan untuk Zahra Mohammadi Golpayegani, cucu perempuan Pemimpin yang syahid.
 
Doa pemakaman untuk Pemimpin yang syahid dan keluarganya dimulai. 
Ikuti: https://t.co/7Dg3b41hTx pic.twitter.com/bXkIkobh4b
— PressTV Ekstra (@PresstvExtra) 5 Juli 2026
 
Imam Khamenei menjadi martir pada tanggal 28 Februari menyusul apa yang digambarkan oleh para pejabat Iran sebagai agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan terhadap Republik Islam, yang menandai peningkatan dramatis ketegangan regional.
 
Upacara perpisahan di Grand Mosalla dijadwalkan berlanjut hingga Minggu, dengan prosesi pemakaman utama melalui jalan-jalan Teheran direncanakan pada Senin. Jenazah mendiang Imam kemudian akan diangkut ke kota suci Qom untuk upacara pemakaman pada hari Selasa, sebelum perjalanan terakhir ke Masyhad pada hari Kamis, di mana ia akan dimakamkan di tempat suci Imam Reza, salah satu situs paling suci Islam Syiah.
 
Penyelenggara juga telah mengumumkan bahwa upacara perpisahan dan pemakaman khusus akan diadakan di kota suci Najaf dan Karbala pada hari Rabu, yang mencerminkan signifikansi regional dan sektarian yang mendalam dari warisan mendiang Pemimpin tersebut.
 
Pada hari Jumat, para pemimpin dunia, pejabat tinggi, dan tokoh agama dari berbagai negara berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan resmi, menggarisbawahi status global Pemimpin yang syahid dan dampak geopolitik dari meninggalnya beliau.
 
Skala berkabung publik yang belum pernah terjadi sebelumnya yang digambarkan sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern Iran merupakan bukti kuat akan hubungan mendalam antara rakyat Iran dan mendiang Pemimpin mereka, yang selama puluhan tahun bertugas dalam Revolusi Islam membentuk identitas politik dan spiritual negara tersebut.[IT/r]
 
Comment